Modal Besar Menyeret Pembakar bag2

Pemerintah menuntut tanggung jawab perusahaan atas kebakaran kebun sagu seluas 3.000 hektare di Kepulauan Meranti, Riau, pada Januari-Maret 2014. Dalam putusannya, majelis hakim yang dipimpin Muchtar Efendi menyatakan National Sago lalai mencegah kebakaran lahan di kebun mereka. ”Sehingga mencemarkan dan merusak lingkungan,” kata Muchtar ketika membacakan putusan. ”Tergugat harus membayar ganti rugi ke kas negara akibat perbuatannya.” Total jenderal, National Sago harus membayar Rp 1,079 triliun. Ini merupakan gugatan terbesar yang pernah dimenangi Kementerian Lingkungan Hidup. ”Ini kemenangan rakyat juga,” ujar Ragil.  PUTUSAN Pengadilan Negeri Bengkalis, Riau, pada 22 Januari 2015 menjadi pijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mengajukan gugatan perdata melawan National Sago Prima.

Menanti Kembalinya Ponsel Nokia di Pasaran bersama autotrade gold

Menanti Kembalinya Ponsel Nokia di Pasaran bersama autotrade gold

Setelah unit bisnis ponselnya dibeli Microsoft, Nokia tetap eksis sebagai persahaan dengan mengembangkan unit bisnis di bidang penyediaan prasarana jaringan, pemetaan, dan lisensi teknologi. Sebelum unit bisnis ponsel Nokia diakuisisi, Nokia terikat perjanjian dengan Microsoft dengan mengembangkan ponsel berbasis windows phone semata. ini adalah prakarsa Stephen Elop, head of the Business division Microsoft yang lantas memegang tampuk pimpinan Nokia pada 2010. Saat itu perusahaan ini tengah gonjang-ganjing diterpa badai smartphone. Elop menjadi cEo Nokia pertama yang bukan berasal dari Finlandia.

dua tahun kemudian, Elop berhasil menggandengkan bisnis Nokia dengan Microsoft dan mengembangkan seri Lumia. setelah bisnis unit ponsel Nokia ada di bawah Microsoft, Elop mengepalai unit ini sebagai Executive Vice president devices & Services dari Microsoft. Berdasarkan perjanjian dengan Microsoft pula, Nokia dilarang membuat ponsel hingga desember 2015. Bisnis ponsel dilarang, Nokia lantas bereksperimen dengan tablet bersistem operasi Android, Nokia N1. Meski belum resmi diluncurkan, Nokia mengklaim produknya ini mendapat respons positif. Mungkinkah tablet ini menjadi langkah awal Nokia kembali melejit di kancah bisnis seluler? Apalagi dengan diperbolehkannya Nokia untuk memproduksi ponsel kembali di akhir 2015. Kita nantikan saja.

Pameran Penting 2015

Ketika untuk pertama kalinya CES (Con sumer Electronic Show) digelar di New York pada 1967, tidak ada Facebookdan Google, bahkan tidak ada jaringan Internet. Namun acara itu sudah didatangi 17.500 pengunjung. Beberapa penemuan teknologi penting disajikan di sini untuk pertama kalinya, seperti perekam video yang pertama (VCR) pada tahun 1970, CD player pertama pada tahun 1981 atau DVD pada tahun 1996. Sejak saat itu banyak pameran sejenis digelar, namun hanya beberapa yang mendapat perhatian dari pengunjung. Dua pameran dagang paling penting adalah di Jerman, IFA di Berlin dan Gamescom di Cologne.

Bahkan sekarang hampir 100.000 pengunjung mendatangi IFA melebihi jumlah pengunjung yang datang ke CES. Event Gamescom, pameran game computer terbesar di dunia menduduki posisi teratas dengan jumlah pengunjung 335.000 orang. Namun jumlah pengunjung terus menyusut. Ajang pameran IT terbesar dunia CeBIT pun kini kehilangan banyak pengunjung ( lihat grafik kanan). Menyusul adalah Ajang konferensi khusus tentang Apple, Apples Worldwide Developer Confrence. Hingga beberapa tahun yang lalu produk baru Apple masih di sajikan pada event Macworld, yang merupakan salah satu ajang pameran Mac paling sukses. Lalu, apakah CES akan bernasib sama? Berkurangnya jumlah pengunjung?

sumber : autotradegold.space

Restu Janggal Dari Marsekal bag2

Monsadak Jasw juga mengakui hadir. Soal materi pertemuan, ia memilih tidak berkomentar. ”Tanya yang lain saja,” katanyapada Kamis pekan lalu. Menurut salinan berita acara penjelasan tender radar yang diperoleh Tempo, pertemuan itu dihadiri petinggi dan staf sembilan perusahaan. Sembilan perusahaan itu adalah Weibel, Indra, Thales, Spettechno, Northrop Grumman Corporation Electronic (Amerika Serikat), Lockheed Martin Corporation (Amerika Serikat), Leonardo S.p.A (Italia), Harris (Amerika Serikat), dan China Electronic Technology Corporation.

Thales diwakili Bruno Baroux, Vice President Sales and Business Development, dan Ahmad Riyad, Direktur Utama PT CITAC, agen Thales di Indonesia. Selama dua jam pertemuan, menurut salah satu peserta pertemuan, Thales sama sekali tidak mengeluarkan komentar. Ahmad Riyad, kata dia, hanya tampak beberapa kali bertepuk tangan di bawah meja ketika satu per satu anggota tim pengadaan selesai memaparkan presentasi. Sedangkan dari pihak Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Udara, jumlahnya mencapai belasan orang.

Di antaranya Kepala Subdinas Radar TNI yang juga wakil ketua pengadaan Kolonel Kotot Sutopo Aji, Kepala Bidang Matra Udara Kementerian Pertahanan dan sekretaris pengadaan Kolonel Warajiman, serta Kepala Pusat Pengadaan Kementerian Pertahanan sekaligus kepala pengadaan radar Marsekal Pertama Didi Dipo Issangko. Posisi duduk peserta dan tim pengadaan dibuat seperti huruf U. Perwakilan perusahaan dan tim pengadaan berhadapan di sisi barat dan timur.

Siapkan Biaya Pendidikan Anak Sejak Dini

Hasil survei “Prepared Parents” Nielsen menunjukkan, orangtua di Indonesia mengakui pendidikan untuk anak sangat penting dan patut diprioritaskan. Namun, hanya 12% yang telah menghitung dengan rinci biaya yang dibutuhkan untuk pendidikan anak mereka. Sementara, 64% lainnya tetap optimis dapat membiayai kebutuhan pendidikan anak-anak mereka walaupun tidak mengetahui jumlah yang harus di keluarkan nanti.

Baca juga : kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Berdasarkan perhitungan inflasi dan perkiraan kenaikan biaya pendidikan, setiap tahun biaya pendidikan akan naik 20%. Perandaiannya, biaya kuliah yang tahun ini sebesar Rp16 juta akan menjadi Rp454 juta dalam waktu 15 tahun. Apabila orangtua hanya bergantung pada tabung an pribadi untuk memenuhi biaya pendidikan anak, berbagai risiko tak terduga dapat terjadi dan bisa berdampak terhadap berhentinya pembiayaan pendidikan anak.

Latar belakang inilah yang mendorong Prudential Indonesia meluncurkan PRUlink edu protection beberapa waktu lalu di Jakarta. Rinaldi Mudahar, Presiden Direktur Prudential Indonesia menjelaskan, Prudential ingin membantu para orangtua di Indonesia menyiapkan hari depan anak mereka, terutama di bidang pendidikan.

“Membawa anak mendapatkan pendidikan formal yang setinggi mungkin adalah cita-cita orangtua yang sangat penting untuk dilindungi. Kami juga ingin mengingatkan bahwa pendidikan nonformal diperlukan untuk menunjang dan membantu anak-anak dalam menghadapi persaing an yang akan semakin berat di masa yang akan datang.”

Siapkan Langkah Pertama Si Kecil

Setiap pencapaian anak dalam tahapan usia nya menggambar- kan kesuksesan tumbuh kembang anak. Langkah pertama seorang anak menjadi pe nanda dimulainya babak baru dalam masa tumbuh kembangnya, yaitu dimulainya fase belajar berjalan. ”Langkah pertama menjadi momen penting dan pasti diingat. Berjalan adalah tanda di mulainya tahapan baru. Ketika anak berjalan, ini adalah tonggak penting buat anak karena anak mulai bergerak sendiri, mencoba mandiri untuk bergerak ke mana-mana.

Bagi orangtua, momen anak mulai belajar berjalan juga sangat spesial dan menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu,” jelas psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi., pada konferensi pers Fisher Price di Gandaria City, beberapa waktu lalu. Fase dimana anak mulai belajar berja lan sendiri pa da dasarnya tidak terjadi begitu saja. Berjalan meru pakan sebuah keteram pilan dimana anak mampu menjaga keseimbangan tubuhnya.

Agen Lama Radar Prancis Bag2

Langkah Thales memilih CITAC, kata perwira itu, tak lepas dari peran sejumlah pensiunan TNI Angkatan Udara. Menurut dia, perusahaan tersebut ”menampung” mantan pejabat itu guna melakukan lobi-lobi pengadaan radar di Indonesia. ”Sejak itu, Thales selalu berjaya dalam setiap pengadaan radar,” ujarnya. Perusahaan itu membawa radar tipe Thomson ke Indonesia pada 1980-an. Di antaranya yang sekarang dipasang di Lhokseumawe dan Ranai.

Radar di Lhokseumawe, Aceh, bertipe Thomson TRS 2215 R buatan tahun 1983. Tipe yang sama digunakan di Pulau Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, dan dipakai sejak Agustus 1980. Selain di Lhokseumawe dan Ranai, CITAC mengegolkan radar Thomson di Buraen, Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Tanjung Kait, Tangerang, Banten. Produk terakhir yang disuplai adalah lima unit Master T pada 2006-2012. Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Hadiyan Sumintaatmadja membenarkan kabar tentang peran CITAC sebagai rekanan Thales sejak 1980-an. ”Saat itu kami mulai menggunakan radar Thomson. CITAC yang menyuplai,” kata mantan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional ini. CITAC tercatat sebagai perseroan tertutup.

Dalam dokumen Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, 3 Mei 2016, perusahaan itu hanya mencatatkan empat pengurus dan pemegang saham. Mereka adalah Yosmansyah sebagai direktur, Suwarno Siswojo sebagai komisaris utama, Ahmad Riyad sebagai direktur utama, dan W. Dian Suprapto sebagai komisaris. Direktur Utama CITAC Ahmad Riyad belum bisa dimintai komentar soal itu. Namun, pada Juni lalu, dia mengakui keterlibatan perusahaannya dalam tender radar pertahanan udara di Kementerian Pertahanan. ”Thales yang ikut tender, kami yang mendampingi,” ujarnya.

Menjaga Kesehatan Anak Dalam Bencana Asap Bag3

? Jika anak telah terpapar pajanan asap yang parah sampai membutuhkan masker, secepat mungkin bawa anak ke tempat yang terdapat udara lebih bersih. ? Ganti masker bila sudah kotor, ditandai dengan perubahan warna masker atau bernapas melalui masker terasa bertambah sulit.

Baca juga : tes toefl Jakarta

¦ Pemberian Obat dan Oksigen ? Obat yang dapat diberikan meliputi pemberian antiinfl amasi steroid dan pemberian bronkodilator (salbutamol). Pemberian obat–obat tersebut hanya atas indikasi medis dokter dan tidak digunakan dalam jangka panjang. ? Suplementasi oksigen menggunakan kanula nasal, masker, ataupun oksigen dalam kemasan, baik di dalam maupun di luar lingkungan rumah sakit, juga harus sesuai indikasi medis dokter.

? Apabila terdapat penyakit infeksi paru atau serangan asma berat, suplementasi oksigen temporer tidak memberikan manfaat yang optimal selama kualitas udara lingkungan masih buruk sehingga diperlukan penanganan penyakit dasar oleh dokter.

¦ Evakuasi

Evakuasi harus mempertimbangkan kadar paparan asap dibandingkan dengan berdiam di dalam ruangan. Jika dilakukan evakuasi, harus diorganisasi dengan baik agar dapat menghindari makin panjangnya waktu evakuasi serta meningkatnya paparan dari asap. Saat pelaksanaan evakuasi, harus disiapkan juga obat-obatan yang biasa digunakan oleh pasien dan keluarga paling tidak untuk 5 hari.

? Evakuasi ke penampungan berudara bersih (cleaner air shelter): ? Tempat-tempat umum, seperti: sekolah, aula, gedung olahraga, hotel, musala atau masjid, kantor, gedung ser baguna, dapat dipersiapkan menjadi tempat penampung an berudara bersih.

? Penampungan berudara bersih tersebut juga harus dilengkapi dengan sanitasi yang baik, penyediaan air bersih, sarana pembuangan, dan pengelolaan sampah.

? Teknologi pembuatan penampungan berudara bersih bisa ber dasarkan kemampuan lokal dengan cara menutup setiap ventilasi dengan plastik dan melengkapi ruangan dengan sistem penyaringan udara, seperti: air conditioner, air purifi er , atau air humidifi er.

? Evakuasi ke lokasi aman atas indikasi medis: ? Untuk anak dengan kebutuhan medis khusus, misalnya, suplementasi oksigen, ventilator, dan lainnya, evakuasi dilakukan ke lokasi aman yang memiliki kualitas udara baik.

? Anak yang telah dievakuasi ke cleaner air shelter, namun tidak menunjukkan perbaikan gejala atau bahkan memburuk dalam 5 hari, harus dievakuasi lanjutan ke lokasi yang lebih aman dengan kualitas udara baik.

Sumber : pascal-edu.com

Anda tahu tapi Anda meyakini dwikewarganegaraan tidak menjadi masalah di Indonesia?

Saya meyakini sebagai warga negara Indonesia. Saya memegang paspor Indonesia, berlaku aktif, dan legal.

Ketika Anda diminta Jokowi menjadi menteri, apakah Jokowi tahu Anda memiliki dwikewarganegaraan ini? Itu sudah saya jelaskan ke Menteri Hukum dan HAM. Silakan tanya beliau.

Anda dikenalkan kepada Presiden oleh Andi Wibowo, teman kuliah Anda yang juga sepupu Jokowi?

Pak Andi yang membawa saya ke Istana. Dia memang teman kuliah saya di ITB. Saya pernah ke rumah Andi di Solo. Kami juga sama kuliah di Amerika. Kami berdua sejak itu dekat. Saya terakhir bertemu dengan dia pada 1997. Sampai akhirnya setelah pertemuan pertama dengan Presiden, Andi menghubungi saya untuk datang ke Indonesia untuk kembali bertemu dengan Presiden.

Cake Gulung Abon Pedas ala Cafe Instagramable di Jakarta

Cake Gulung Abon Pedas ala Cafe Instagramable di Jakarta

Bahan: 100 gr tepung terigu protein sedang 30 gr gula pasir halus 60 gr minyak goreng 80 ml susu cair 4 btr kuning telur 4 btr putih telur 1/4 sdt garam 1/2 sdt cream of tartar 60 gr gula pasir Bahan Taburan (Aduk Rata): 100 gr abon ayam 1/2 sdt cabai bubuk

Bahan Olesan: 75 gr mayones 75 gr saus sambal

Cara Membuat Untuk 12 Potong : 1. Cake, ayak tepung terigu. Tambahkan gula pasir halus. Aduk rata. 2. Campur minyak goreng dan susu cair. Aduk rata. Tuang ke dalam adonan tepung terigu secara sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. Tambahkan kuning telur. Aduk rata. Sisihkan. 3. Kocok putih telur, cream of tartar, dan garam hingga terlihat setengah mengembang. Tambahkan gula pasir secara sedikit demi sedikit sambil dikocok hingga adonan mengembang. 4. Tuang putih telur ke dalam adonan tepung terigu secara sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan perlahan. 5. Tuang ke dalam loyang 28×28 cm yang dialasi kertas roti, tanpa diolesi margarin. 6. Oven dengan suhu 170 derajat Celsius, 25 menit sampai matang. 7. Ambil selembar cake. Oleskan bahan olesan. Gulung. Padatkan. 8. Olesi permukaan cake dengan sedikit bahan olesan. Taburi bahan taburan.

Cake Kenari Kornet Untuk 24 potong

Bahan: 200 gr margarin 100 gr gula pasir 4 btr telur 180 gr tepung terigu protein sedang 20 gr maizena 1/2 sdt baking powder 75 gr kornet, sangrai sampai berbutir 25 gr kenari, iris panjang, untuk taburan

Cara Membuat: 1. Kocok margarin dan gula pasir 7 menit sampai lembut. 2. Tambahkan telur satu per satu, bergantian dengan sebagian tepung terigu, maizena, dan baking powder sambil diayak dan dikocok rata. 3. Masukkan semua sisa tepung terigu sambil diayak dan diaduk sampai rata. Tambahkan kornet. Aduk asal menyebar. 4. Tuang pada loyang ukuran 24x24x4 cm yang sudah diolesi margarin dan dialasi dengan kertas roti. Taburi kenari. 5. Oven dengan api bawah pada suhu 190 derajat Celsius, 30 menit hingga matang. 6. Potong-potong cake. Coret-coret cake dengan saus sambal dan mayones.

Sumber : stoica.id