Seribu Kegagalan dan Seribu Kesuksesan Bag4

Kelekatan Intensif

Pengalaman Ana Avianti (34) mama dari Lashita Khumaira Nugroho (7) dan Lunetta Khumaira (3) agak berbeda. Mama yang tinggal di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur ini sempat merasa menyesal karena tak dari awal mengenalkan konsep toilet training pada anak keduanya.

“info lowongan kerja magang ke Jepang gratis untuk SMA” upstory

“Saya merasa gagal berperan sebagai seorang ibu ketika anak saya yang kedua, Luna, yang saat itu masih berusia 3 tahun belum bisa buang air besar di kloset.” Semua input dan tip dari segala sumber mengenai toilet training sudah pernah dilakukan oleh Mama Ana. Membeli berbagai macam model kloset yang bentuknya lucu-lucu dan warnawarni khusus buat balita juga sudah dilakukan.

Tapi tetap saja si kecil enggak mau. “Padahal, dari umur 2 tahun, Luna sudah enggak ngompol, jadi kalau ke mana-mana enggak pernah saya pakein diaper. Tapi setiap dia mau buang air besar, pasti Luna minta dipakein diaper. Anehnya lagi, kalau tidak dipakaikan diaper, dia enggak mau pupu (buang air besar). Luna kalau pupu (karena masih pakai diaper) posisinya berdiri dan maaf kotorannya (pupnya) pun besar-besar. Jadi, dia berdiri sambil ngeden deh.

Pernah suatu saat dia sangat merasa kesakitan, saya sampai bingung, dia kesakitan karena apa. Begitu saya bersihkan, saya lihat duburnya, ya, Allah.. ambeiennya keluar kira-kira 1 cm. Sediiih banget saya saat itu. Besoknya, saya bawa Luna ke dokter anak spesialis pencernaan. Luna dikasih obat salep biar cepet kempis ambeiennya. Dan sebelum mandi, ia harus berendam di air hangat yang dikasih garam. Alhamdulillah, 3 hari ambeiennya kempis.

Tapi gara-gara itu, Luna trauma enggak mau buang air besar. Semakin bingung dan khawatir saya. Namun, pelan-pelan saya ngomong setiap dia mau pup, kalau ia sudah bisa pup lagi dan enggak sakit sambil menemaninya dan memberi semangat terus. Alhamdulillah, sekarang ambeiennya enggak pernah keluar lagi. Sempat terbersit di hati dan pikiran saya rasa sesal, kenapa enggak dari umur 1 tahunan saya ajari dia pupu di kloset? Ah, penyesalan memang selalu datang belakangan.”

Berbagai pilihan dalam mengatasi kegalauan seorang mama saat menjalankan perannya sungguh perlu diketahui para mama. Setidaknya dengan membaca pengalaman mama lain, kita tahu kegagalan sebagai ibu yang kita rasakan adalah kegagalan “berjamaah”. Kita pun tahu menjadi seorang ibu memang sejuta rasanya, tidak mudah, penuh de ngan seribu kegagalan, namun juga sekaligus seribu kesuksesan.

Seribu Kegagalan dan Seribu Kesuksesan Bag3

“Enggak gampang lo, memutuskan untuk melakukan ‘penitip an anak’. Pagi hari saya harus ‘menghilang’ dari pandangan Fikri. Waktu hari pertama, Fikri sulit tidur di daycare karena tempat baru. Akhirnya saya datang dan menemaninya tidur di sana. Hari ke dua, mulai terasa berat karena saya harus mulai meninggalkan dia.

“ Info beasiswa kuliah di Jerman S1 S2 full gratis” upstory.org

Ketika akan berangkat, saya enggak berani menatap matanya karena enggak tega. Ah, anak sekecil itu sudah harus berangkat dari pagi dan pulang terlalu sore. Tapi saya tak punya pilihan lain. Meski terpaksa, sedih, dan merasa gagal jadi ibu, saya tetap melakukannya secara bertahap. Hari keempat saya baru bisa melihat Fikri belajar untuk berpisah dan bertemu pada waktu jam dan tempat yang sama.

Alhamdulillah, meski di daycare, Fikri memiliki kemampuan perkembangan motorik kasar atau halus lainnya sesuai dengan usia kematangan perkembangannya. Di usianya yang sangat belia itu, Fikri mengajari saya untuk belajar komitmen dan percaya kepadanya. Alhamdulillah.”

Apa Yang Salah?

Seorang ahli perkembangan psikososial bernama Erik H. Erikson menyatakan yang paling penting bagi anak di usia 0–12 bulan adalah mengalami kelekatan yang intensif dengan mama, sehingga anak memiliki rasa pengharapan yang besar pada orang dewasa yang ada di sisinya. Ini amat disadari oleh Mama Wina (35), mama dari Keiko Putranto (3).

Karena itulah ia sempat mengalami kekecewaan saat gagal melakukan Inisiasi Menyusu Dini. “Tidak pernah terlintas di pikiran, saya tidak bisa memberi ASI pada bayi saya ketika ia dilahirkan. Asli, tak pernah! Tapi kenyataannya, proses itu gagal. Ada perasaan kesal sekaligus khawatir. Apa yang salah? Ah, apakah saya sudah sepenuhnya pantas disebut sebagai ibu?

Padahal saya gagal memberi ASI pada bayi saya yang baru lahir! Untunglah, suami terus menyemangati saya untuk memberikan ASI pada bayi kami. Duh, melihat semangatnya, saya sempat malu, tapi akhirnya jadi terpacu. Tante yang mantan bidan pun saya hubungi untuk saya mintai pendapat. Syukurnya, beliau mendatangi saya di rumah sakit. Sekalian mau lihat bayinya, katanya.

Sang tante pun menawarkan diri untuk me-massage dan mengompres payudara saya guna merangsang keluarnya puting dan ASI-nya. Suami pun tak berhenti mencari informasi agar saya bisa menyusui secara langsung. Alhamdulillah, meski masih menggunakan konektor, akhirnya saya bisa menyusui bayi kami secara langsung.”

Setelah N219 Terbang Tinggi Bag4

Keunggulan N245 adalah kemampuannya lepas landas dan mendarat di landasan pendek kurang dari seribu meter. ”ATR 42 enggak bisa landing di landasan di bawah seribu meter,” tuturnya. Kendati punya ambisi demikian, Arie mengatakan fokus pengembangan N245 itu justru untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Di seluruh dunia, menurut Arie, pasar pesawat kelas 50 penumpang hingga 2035 diprediksi menembus 1.017 unit.

PTDI menargetkan 17 persen dari pangsa pasar itu. ”Di Indonesia sendiri potensinya 40 unit.” Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan N219 dan N245 dibuat dengan mempertimbangkan karakteristik alam Indonesia. Pesawat kelas menengah ini, menurut Thomas, dapat menjadi angkutan penghubung antarpulau dan antarkota yang memiliki landasan pacu pendek.

Mual? Nyetir Saja!

Sejauh tidak ada larangan dari dokter, menyetir mobil sendiri dapat menjadi solusi mujarab untuk mamil yang sering mual dan ingin muntah setiap kali berkendara. Gangguan ini bisa dibilang mirip dengan mabuk perjalanan dan kalau dipikir-pikir tidak pernah ada pengemudi yang mabuk perjalanan saat menyetir. Begitu juga dengan nahkoda di atas perahu. Namun, jika Mama merasa badan tidak fit dan tidak bisa berkonsentrasi selama menyetir, sebaiknya jangan menyetir.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Konsumsi Alkohol Pengaruhi Otak Janin

Studi yang dimuat di jurnal PLOS ONE mengungkap fakta terbaru tentang konsumsi alkohol pada 3-4 minggu pertama kehamilan terhadap kondisi janin. Menurut studi yang dipimpin oleh Dr. Nina Kaminen-Ahola dari University of Helsinki, Finlandia, paparan alkohol pada masa-masa awal terbentuknya Manin bisa menimbulkan perubahan seumur hidup pada regulasi genetik dalam stem cell, yang tak lain adalah sel-sel awal yang muncul dari embrio. Perubahan ini bisa membawa pengaruh besar terhadap struktur otak janin. Itulah sebabnya kehamilan sebaiknya direncanakan, karena banyak mamil yang belum menyadari kehamilannya hingga memasuki minggu ke-6.

Cairan Kecokelatan Pertanda Mau Melahirkan

Pengaruh hormon selama kehamilan membuat cairan yang keluar dari vagina cenderung lebih kental dan Zarnanya lebih keruh. Banyak mamil panik jika mendapati cairan kecokelatan keluar dari Yagina, karena Zarnanya mirip dengan bercak darah. Sebenarnya, cairan kecokelatan ini masih termasuk aman. Namun, jika keluarnya pada mingguminggu terakhir kehamilan, bisa Madi merupakan sinyal bahZa mamil akan segera bersalin. Cairan kecokelatan atau agak pink pada akhir kehamilan biasanya keluar menyusul terlepasnya sumbat mukus, yaitu kumpulan lendir serviks yang menutupi jalan lahir. Saatnya bersiap menyambut kelahiran bayi Mama!

Menenteramkan Hati

“Saat dua garis merah muncul pada test pack, secercah harapan muncul. Seiring berjalannya waktu, mual, muntah, dan mood yang tak menentu aku lalui dengan suka cita. Ketika kontrol bulanan, detak jantung janinku terdengar begitu menenteramkan hati. Aku bisa mendengar detak jantungnya, merasakan tendangan halus dari kakinya, melihat gerakannya. Alhamdulillah, Nak, sehat terus di dalam sana. Bunda sayang kamu sepanjang hidup Bunda.” Kurnia fajri haniah, 9 bulan

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Talk Dan Kontroversi Kanker Ovarium Bag8

Meski sudah terbebas dari asbes, hasil studi IARC juga menyimpulkan, berdasarkan bukti terbatas, penggunaan bedak di area genital mungkin bersifat karsinogenik. Tapi, menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan Kartiwa Hadi Nuryanto, kesimpulan ini masih perlu diteliti lebih lanjut. Lantaran belum jelas apakah memang benar kanker tersebut muncul karena penggunaan bedak atau masalah lain. Yang sudah terbukti menjadi faktor risiko antara lain usia, genetik, obesitas, terapi sulih hormon estrogen, dan riwayat menderita kanker payudara.

Penelitian lanjutan terkait dengan penggunaan talk perlu dilakukan dengan mengambil subyek penelitian yang bersih dari faktor risiko kanker ovarium. Studi tersebut juga harus membandingkan antara subyek yang menggunakan talk di area vagina dan yang tidak. ”Sehingga jelas apakah benar berhubungan atau tidak,” ujar pengajar di Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini.

Cake tape Lapis pastry ala Nasi Tumpeng Jakarta

Cake tape Lapis pastry ala Nasi Tumpeng Jakarta – Bahan: 200 gr tape singkong, haluskan 120 gr santan dari 1/4 btr kelapa 3 sdm margarin, lelehkan 1/2 sdt garam 8 btr telur 220 gr gula pasir 1/2 sdt emulsifer (SP/TBM) 220 gr tepung terigu protein sedang 20 gr maizena Bahan Pelapis: 1 lbr pu? pastry ukuran 28×14 cm 100 gr buttercream 50 gr gula halus

Cara Membuat Untuk 12 potong : 1. Pastry, letakkan pu? pastry di atas loyang yang diolesi sedikit margarin. Oven dengan api bawah pada suhu 170 derajat Celsius, 30 menit hingga kecokelatan. Sisihkan. 2. Cake, blender tape bersama santan, margarin, dan garam. Sisihkan. 3. Kocok telur, gula pasir, dan emulsifer sampai mengembang. Tambahkan tepung terigu dan maizena sambil diayak dan diaduk rata. Masukkan campuran tape sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan. 4.

Tuang adonan ke dalam loyang ukuran 28x28x4 cm yang diolesi margarin dan dialasi kertas roti. 5. Oven dengan api bawah pada suhu 190 derajat Celsius, 30 menit hingga matang. Keluarkan dari loyang. Potong dua bagian yang sama. 6. Ambil selembar cake. Oleskan sedikit buttercream. Tumpuk dengan pu? pastry. Tumpuk lagi dengan cake. Oleskan lagi buttercream. Tutup dengan pu? pastry. Taburi gula tepung. Potong-potong.

Nasi Tim Ayam Taliwang Untuk 4 porsi Bahan: 1/2 resep ayam taliwang, suwir-suwir 5 btg kemangi, petiki daunnya 1/2 sdt garam 1/8 sdt merica bubuk Bahan Beras: 250 gr beras 1 cm jahe, memarkan 700 ml kaldu ayam 1 1/2 sdt garam Cara Membuat: 1. Aduk suwiran ayam dengan sisa bumbu dan kemangi. Bubuhi garam dan merica bubuk. Aduk rata. 2. Sendokkan suwiran ayam ke dalam pinggan tahan panas. Sisihkan. 3. Beras, masak beras, jahe, kaldu, dan garam sambil diaduk sampai meresap. 4. Sendokan nasi di atas ayam. 5. Kukus di atas api sedang 45 menit sampai matang.

Sumber : https://salamacatering.com/

 

 

Talk Dan Kontroversi Kanker Ovarium Bag3

Sebelum didiagnosis menderita kanker, Fox menggunakan produk Johnson’s Baby Powder dan bedak Shower to Shower setiap hari selama beberapa dekade. Pengadilan memerintahkan Johnson & Johnson membayar ganti rugi kepada keluarga Jackie Fox US$ 72 juta (sekitar Rp 954,5 miliar). Eva Echeverria menuding perusahaan besar itu menyembunyikan informasi dari masyarakat tentang risiko kanker pada pemakaian produk berbahan dasar talk.

Namun pengacara Johnson & Johnson membantah hal ini. ”Kami akan mengajukan permohonan banding. Produk kami merupakan hasil penelitian ilmiah. Kami mendukung keamanan terhadap bedak bayi produk kami,” ujar perwakilan Johnson & Johnson seperti dikutip The Guardian. Sampai Agustus lalu, ada 4.800 gugatan serupa yang dilayangkan kepada perusahaan itu.

Gerbong

Redaksi KBBI online rupanya sedikit berbeda: gerbong kereta api yang dijadikan restoran. Dalam pemahaman masyarakat awam, gerbong adalah bagian dari kereta api. Baca saja pemeriannya oleh kamus: kereta api adalah kereta yang terdiri atas rangkaian gerbong (kereta) yang ditarik oleh lokomotif, dijalankan dengan tenaga uap (atau listrik), berjalan di atas rel (rentangan baja dan sebagainya).

Jadi mengapatah gerbong seperti asing bagi jawatan kereta api (listrik) kita? Pastilah bukan karena kata itu bisa membangkitkan ingatan kolektif bangsa Indonesia tentang Gerbong Maut yang mengangkut pejuang Republik tawanan Belanda untuk dipindahkan dari penjara Bondowoso ke penjara Koblen, Bubutan, di Surabaya pada November 1947. Dan kiranya juga ini bukan ekses dari peningkatan kualitas pelayan jasa angkutan umum murah nyaman itu.

baca juga : Cara mengurangi rasa gerah

Dilanda Rasa Gerahnya Bag2

Sila disimak, ya, Ma. Saat hamil, khususnya memasuki trimester kedua dan berlanjut hingga trimester ketiga, suhu tubuh menjadi lebih mudah meningkat, sehingga keringat jadi mudah keluar walau mamil tak melakukan sebuah aktivitas berat.

“ program kerja gratis di luar negeri untuk lulusan SMA/SMK melalui ausbildung di Jerman “ ~ sat-jakarta ~

Penyebabnya, Macam-Macam!

Peningkatan aliran darah. Selama hamil, aliran darah dalam tubuh Mama menjadi lebih cepat, inilah yang akhirnya membuat tubuh terasa lebih hangat. Bila tubuh mendeteksi adanya suhu berlebih, secara otomatis kelenjar keringat akan merangsang keluarnya keringat dengan tujuan mendinginkan tubuh. • Perubahan hormon. Kadar hormon progesteron yang meningkat selama kehamilan menimbulkan beberapa reaksi alami tubuh, salah satunya membuat pembuluh darah kecil pada kulit terbuka lebar.

Akibatnya, Mama lebih mudah merasa kepanasan dari biasanya, terlebih bila berada di luar ruangan pada siang hari. Selain itu, lonjakan produksi hormon reproduksi lainnya juga memberi andil terhadap peningkatan suhu tubuh, sehingga tak peduli suhu ruangan dingin atau panas, tubuh Mama selama hamil akan tetap lebih hangat.

Tak heran bila Mama masih saja merasa gerah walau berada di ruangan ber-AC. • Kehamilan yang semakin besar. Di usia kehamilan yang semakin mendekati HPL (hari perkiraan lahir), bukan tak mungkin tubuh Mama akan semakin cepat merasa hangat dan akhirnya mengeluarkan keringat. Hal ini bisa dipicu oleh peningkatan jumlah lemak dalam tubuh. • Metabolisme tubuh berubah. Demi memenuhi kebutuhan nutrisi bagi Mama dan janin, metabolisme tubuh sontak menjadi lebih cepat agar makanan bisa lebih cepat terserap.

Saat tubuh bekerja untuk mengolah makanan, suhu tubuh pun ikut meningkat. Akibatnya, pada sebagian besar orang dengan metabolisme yang cepat, biasanya akan mengeluarkan keringat selama maupun setelah makan besar. • Makanan pemicu keringat. Beberapa makanan bisa menjadi penyebab tubuh lebih mudah berkeringat. Salah satunya, makanan pedas dan berempah kuat. Cabai, lada, jahe, dan beberapa rempah memang efektif membuat tubuh terasa lebih hangat, sehingga menambah kemungkinan untuk berkeringat.

Dilanda Rasa Gerahnya

Walau tak semua merasakannya, sebagian mamil kerap didera rasa gerah berlebih. Tubuh jadi mudah berkeringat dan pakaian pun gampang basah. Wajarkah ini? Setelah di trimester pertama, beragam ke luhan, semisal morining sickness atau mual-muntah, datang meng hampiri dan berangsur mereda. Selanjutnya memasuki trimester kedua lain lagi keluhan yang dialami mamil.

“ Rekomendasi tempat kursus bahasa Jerman di Jakarta terbaik “ ~ sat-jakarta.com ~

Salah satunya, mamil gampang kegerahan, membuat ram but dan pakaian lebih cepat lepek, bahkan adakalanya bau badan jadi tak sedap. Tak heran bila perubahan tersebut menimbulkan kecemasan pada mamil, meski sebetulnya selama kondisi tersebut tak mengganggu aktivitas Mama, kegiatan sehari-hari masih bisa Mama lakukan, maka perubahan fisik dan hormonal selama kehamilan terbilang wajar. Berkeringat merupakan reaksi alami tubuh untuk “mendinginkan” suhu yang meningkat dan memberikan sensasi dingin pada kulit de ngan cara mengeluarkan keringat.

Dengan kata lain, peningkatan suhu pada tubuhlah yang akhirnya memicu keringat untuk keluar, sehingga suhu tubuh bisa tetap berada dalam kondisi normal. Nah, saat hamil, khususnya memasuki trimester kedua dan berlanjut hingga trimester ketiga, suhu tubuh menjadi lebih mudah meningkat karena beberapa sebab.

Maka itu, keringat jadi mudah keluar walau Mama tak melakukan sebuah aktivitas berat. Bahkan, sebagian mamil masih merasa gerah walau ruangan sudah menggunakan penyejuk. Produksi keringat biasanya semakin banyak ketika Mama memasuki trimester ketiga hingga menjelang persalinan. Penyebabnya karena saat ini produksi hormon sedang dalam masa puncak. Namun, kondisi ini akan mereda seiring dengan jumlah hormon yang kembali normal, yaitu sekitar 1-2 bulan setelah persalinan.

Walau terbilang wajar, bukan berarti kita terpaksa menyerah dengan keadaan. Pasalnya, bila dibiarkan, keringat yang bercucuran jelas akan menimbulkan rasa tak nyaman, menimbulkan aroma tak sedap, membuat emosi lebih mudah naik karena panas, hingga memicu dehidrasi saking banyaknya cairan tubuh yang keluar. Untuk itu, ada beberapa upaya yang dapat Mama lakukan guna mengatasi kon disi keringat berlebih. Selain juga, kita perlu tahu apa saja, sih, sebetulnya yang membuat keringat jadi berlebih ini.