Kontrol Pertama untuk Mama Hamil

Umumnya dilakukan di usia 2—4 minggu. Biasanya dokter akan meluangkan waktu lebih banyak untuk mengenal ibu dan bayinya; dari menanyakan bagaimana menjadi orangtua, bagaimana kondisi bayi, apakah pernah si kecil kesulitan buang angin dan sendawa, mendapat ASI atau formula, bagaimana pola tidurnya, hingga bagaimana pup dan pipisnya. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan berikut: ? Pertumbuhan bayi, yakni berat badan, panjang badan, dan ukuran lingkar kepala. ? Mengamati kulit bayi, seperti: ada-tidak ruam, tandatanda lahir, kuning atau tidak. Selain itu, apakah ada heat rash (biang keringat) atau alergi, atau infeksi virus kalau memang ada demam.

? Kondisi ubun-ubun. Normalnya masih terbuka sampai usia 18 bulan dan tidak memboncol. Jika menutup terlalu dini, diskusikan dengan dokter karena mungkin butuh pendapat ahli neurologi. Takutnya, otak tidak punya tempat untuk berkembang. Jika memboncol, diskusikan apakah ada peninggian tekanan di dalam rongga kepala yang bisa akibat hidrosefalus, meningitis, misalnya.

? Mengamati dada bayi, mendeteksi adanya kesulitan bernapas atau tidak. Jika menurut Mama, dada bayi tidak sama seperti kebanyakan dada bayi lainnya (misal, lebih cekung atau cembung alias dada burung), diskusikan dengan dokter. Belum tentu ada kelainan, tetapi baiknya ditanyakan apakah ada kemungkinan kelainan organ di dalam rongga dada, misal.

? Memeriksa paru-paru. Merupakan pemeriksaan rutin untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pada paruparu. Dilakukan dengan melihat, meraba, mengetuk, dan mendengarkan bunyi paru melalui stetoskop. ? Menilai jantung. Merupakan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi jantung: besarnya, gerakannya, iramanya, jenis bunyinya, ada tidaknya bunyi jantung tambahan. ? Mengamati gerak-gerik bayi. Kalau si kecil sehat, dia aktif bergerak, menggeliat, menatap, tersenyum, bersuara, menendang, dan berespons terhadap lingkungannya.

? Memeriksa pinggul bayi untuk mengetahui pergerakannya dan posisi pangkal paha di mangkok sendi pinggul. Hal ini penting diperiksa dokter untuk menyingkirkan kemungkinan kelainan sendi panggul. ? Memeriksa perut untuk memastikan tidak ada tumor dan tidak ada pembesaran organ. ? Memeriksa tali pusat untuk mengetahui ada tidaknya infeksi.

? Memeriksa alat kelamin untuk mengetahui ada tidaknya hernia, apakah kedua buah zakar teraba di kantong kemaluan. ? Memeriksa mata, hidung, telinga. Merupakan pemeriksaan rutin, dilakukan dengan melihat, meraba, serta mempergunakan otoskop (alat untuk melihat ke rongga telinga dan gendang telinga). Tujuannya, untuk mengetahui ada tidaknya kelainan, baik itu kelainan infeksi maupun noninfeksi.

Simak juga informasi lengkap mengenai tempat kursus IELTS jakarta terbaik untuk persiapan yang lebih matang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *