Bila Perwira Terlibat Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi tak boleh kendur membongkar skandal suap yang diduga melibatkan perwira militer di Badan Keamanan Laut. Perwira tinggi yang masih aktif ini semestinya diseret lewat peradilan koneksitas. Aneh bila ia ditangani pengadilan militer, karena korupsi merugikan kepentingan umum, bukan kepentingan militer.

Dugaan keterlibatan perwira itu terendus dari operasi tangkap tangan yang dilakukan penyidik KPK dua pekan lalu. Dari operasi ini, penyidik menyita duit Rp 2 miliar yang diduga merupakan suap dari PT Melati Technofo Indonesia, pemenang tender pengadaan alat monitoring satelit senilai Rp 200 miliar. Ini baru setoran awal kepada sejumlah pejabat di lembaga non-kementerian itu.

Total sogokan yang dijanjikan perusahaan tersebut diperkirakan 7,5 persen nilai proyek atau Rp 15 miliar. Komisi telah menetapkan Deputi Bidang Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Badan Keamanan Laut Eko Susilo Hadi, Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah, serta dua anak buahnya, Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta, sebagai tersangka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *