All posts by agoradenfermeria

Material yang Self-healing

Dunia industri, medis hingga penerbangan, mulai aktif melakukan riset material self-healing. Meskipun hasil riset material logam dan keramik masih stagnan, material berbasis karbon berwujud polimer menunjukkan hasil yang menjanjikan. Sebagai pelindung atau lapisan, material ini bisa menutup keretakan dan goresan pada material lain. Karakteristik “swareparasi”, termasuk untuk material lain yang dipadu dengannya menjadi kuncinya.

Material ini pun membawa logam dalam kapsul mikro ke area rusak (lihat halaman sebelumnya) dan melepaskan logam dari kapsulnya di sana. Penerapan sebagai pelindung pun dimungkinkan. Jika terjadi benturan atau sejenisnya dari luar, mereka akan terurai dalam molekul individual dan sembuh (berpadu) kembali menjadi polymer utuh, melalui ikatan hidrogen atau interaksi ion. Syaratnya tetap ada, yaitu rantai molekul pada area yang rusak tidak terhalang dan tidak terlalu luas letaknya.

Polimer self-healing, seperti Polyrotaxane (gambar kanan) sudah diterapkan sebagai pelindung permukaan beberapa tahun ini. Contoh terbaru adalah smartphone LG G Flex. Casing fleksibel dibuat dengan memberikan lapisan pelindung sehingga goresan benda keras, seperti kunci hingga dalam hitungan menit. Prosesnya dipicu oleh panas, sehingga cukup dengan menggosok bagian tergores dengan jari tangan, “abrakadabra”, goresan pun hilang. LG masih belum secara rinci menjelaskan proses kimia di balik “keajaiban” itu. Diduga, materialnya adalah SeRM Super Polymer A1000 yang dibuat perusahaan Jepang, Advanced Softmaterials yang juga digunakan Nissan pada cat antigores mobilnya.

Polimer “Terminator” yang tahan banting

Polimer terbaru melangkah lebih jauh karena dapat menyatu kembali jika dirobek tanpa katalis, seperti pemanasan. Para ahli dari Spanyol di CIDETEC (Centre for Electrochemical Technologies) polimer ala “Terminator” polymer yang struktur molekulnya memilki ikatan disulphide. Ikatan yang putus (atom sulfur) saat dipotong ini akan menyatu jika kedua bagian yang terputus ditempelkan. Polimer yang dipadukan dengan aloi cair IndiumGallium berguna sebagai konduktor listrik untuk pembuatan kabel self-healing.

Peneliti University North Carolina telah mengembangkan kabel jenis tersebut. Jika kabel terputus, aloi cair di bagian ujung mengeras. Saat kedua ujungnya disambung kembali, plastik dan logam berpadu, dan kabel kembali normal. Teknologi baterai juga mulai disentuh. Penggunaan silikon sebagai substrat penyimpan ideal lithium pada baterai lithium ion terkendala karena ukuran volume anode yang meningkat tiga kali lipat saat di-charge (normal kembali saat discharged). Lapisan grafit yang menampung pun berisiko retak. Ahli di Stanford University menawarkan solusi dengan melapis grafit dengan bahan polimer self-healing agar keretakan bisa ditambal otomatis.

Chip Bebas Malafungsi

Chip komputer dibuat dari serangkaian jalur listrik dimana transistor (sikuit kecil) dihubungkan. Kerusakan sekecil apa pun, seperti jalur sirkuit terputus akan membuat chip menjadi tidak berguna. Solusinya ada dua, yaitu mengatasi eror atau mem-bypass komponen yang malafungsi (anomali). Peneliti California Institute of Technology (Caltech) mencoba menguji solusi kedua dengan menawarkan jenis chip dengan konsep self-healing.

Mereka memilih sebuah penguat sinyal (terdiri dari 100.000 transistor) yang mirip de ngan sensor gerak atau satelit komunikasi. Otak dari chip-nya adalah modul self-healing dengan algoritma khusus yang terus memantau kondisi chip dan komponennya. Modul tersebut mendapat input dari beberapa sensor (onchip) yang menganalis kekuatan sinyal, suhu, dan arus. Kerusakan fatal bisa dicegah dengan mengintegrasikan komponen tambahan.

Jadi, chip ini pun menyertakan dua penguat sinyal yang terhubung secara paralel. Apabila terjadi eror, misalnya salah satu komponen chip yang anomali, sistem akan mengalihkan tugas ke komponen lain. Mekanisme ini berlaku pada frekuensi clock 50 dan 200 MHz. Jadi proses “reparasi” terjadi pada dua kecepatan (masing-masing membutuhkan waktu proses 0.8 dan 0.2 detik).

Regenerasi dengan kapsul & arus listrik

Meskipun eksistensi transistor self-healing belum terwujud, peneliti di Beckman Institute (University of Illinois) mulai mengembangkan metode self-healing alur sirkuit chip dengan kapsul mikro 10 mm. Kapsul polymer shell ini berisi metal alloy gallium dan indium yang cair pada suhu ruang (di atas 16 °C). Kapsul disebarkan di atas sirkuit (aliran arus) dalam sebuah lapisan epoxy resin. Jika ada kerusakan, kapsul mikro di atasnya akan terbuka dan aloir cair pun mengalir masuk ke celah yang terbuka untuk menutupnya.

Pada hampir setiap kasus, elektron mulai mengalir via alur yang rusak kembali dalam hitungan 20 mikro detik (ms). Sel flash dalam produk SSD atau smartphone dapat ditulis hinga (rewrite) hingga 10.000 kali sebelum rusak. Kelemahan SSD sel flash ada di Floating Gate sebagai lapisan tempat elektron disimpan. Floating Gate dilindungi lapisan oksida untuk mencegah keluarnya arus. Setiap kali tegangan diberikan (agar elektron keluar/masuk dari Floating Gate), lapisan oksida pun akan semakin menipis. Itu artinya, daya tampung Floating Gate akhirnya juga akan habis.

Lapisan oksida bisa diperbaiki dengan pemanasan lama hingga 250 °C. Namun, pemanasan langsung pada SSD tidaklah mungkin (akan merusak). Solusinya, produsen Flash Macronix menyisikan pemanas langsung pada setiap sel Flash dengan arus listrik secara singkat. Pemanas memanaskan Gate hingga suhu 800 °C untuk “meremajakan” lapisan oksidanya. Sel Flash akan awet sehingga produk SSD pun akan tahan lama. Klaim Macronix, proses tulis sel bisa berlangsung hingga 100 juta kali!

Mandi Sekaligus Relaksasi Bagian 2

Besar kecilnya kamar mandi tergantung dari ukuran lahan yang tersedia. Sesuaikan ukuran kamar mandi dengan kebutuhan keluarga. Buat zoning antararea basah dan kering dengan menggunakan sekat kaca transparan atau gorden dari bahan plastik.

Pilihlah material kamar mandi yang tidak licin dan mudah perawatannya karena area ini mudah dihinggapi jamur. Pastikan instalasi listrik disesuaikan dengan tata letak sanitasi, agar ruangan tidak terlalu terang atau gelap. Jangan lupakan jendela (minimal 60cm x 90cm) dan lubang udara (minimal 30cm x 40cm). Sirkulasi udara yang ideal adalah 30% dari luas kamar mandi. Kemiringan lantai dari tempat tinggi menuju lubang drainase adalah 2cm.

Kamar Mandiku

Kamar mandi kami ini dirancang dengan memperhatikan estetika dan fungsi setiap elemen di dalamnya. Seperti adanya rak penyimpanan yang bisa digunakan untuk meletakkan tanaman, buku, dan berbagai pernik cantik lainnya. Tidak hanya rak, area jendela pun aku manfaatkan untuk meletakkan perlengkapan mandi sehingga ketika berada di kamar mandi, aku dapat melakukan kegiatan lain, seperti membaca atau sekadar menyimpan benda.

Sistem sanitasi adalah hal yang wajib ada di area ini. Sistem ini akan membantu untuk pemenuhan akt vitas yang dilakukan di kamar mandi. Perlengkapan sanitasi ini meliput kloset, bak mandi, shower, shower tray, lemari, floor drain. Sistem pemipaan yang baik akan mempengaruhi sistem sanitasi.

Kamar mandi adalah area lembap yang harus dijaga kebersihannya, sehingga dibutuhkan sistem pemipaan dan sanitasi yang baik. Pastikan sistem pemipaan terjalin baik dan benar sehingga tidak menimbulkan kebocoran di kemudian hari. Sistem sanitasi yang digunakan pun sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan diatur berdasarkan intensitas pemakaian sehingga memudahkan aktfitas di kamar mandi.

Penggunaan shower rupanya dapat menghemat air sebanyak 30%, sedangkan bak mandi dapat menguras penggunaan air sebanyak 70%. Naning Adiwoso, Ketua Asosiasi Toilet Indonesia menyarankan bak mandi sebaiknya dibuat hanya dengan ketinggian 30cm karena para pengguna rumah tangga hanya menggunakan air pada bagian atas, sedangkan air yang sudah di bagian bawah cenderung tidak terpakai dan dibuang begitu saja.

Tips selanjutnya untuk menjaga kenyamanan di rumah adalah dengan menambahkan instalasi genset yang berguna sebagai sumber listrik cadangan. Harga genset yang murah bisa dibeli melalui Suplier jual genset Cummins di Jakarta.

Mandi Sekaligus Relaksasi

Kamar mandi adalah ruang yang mutlak dan wajib ada pada setiap rumah. Meski terkadang luput dari polesan interior, siapa sangka keberadaannya kerap dijadikan tolok ukur seseorang dalam menilai kepribadian sang pemilik rumah. Bagaimana tidak, kebersihan si pemilik rumah diuji lewat penampakan visual kamar mandinya. Keberadaan kamar ini dulunya hanya sebagai ruang untuk membersihkan tubuh.

Namun, dengan beragamnya desain kamar mandi, kini kamar mandi menjadi sebuah ruang untuk menenangkan diri dan relaksasi. Dua Jenis Sejarah tentang kamar mandi di Indonesia ini tidak dapat dilepaskan dari peran serta pemerintah kolonial yang datang di Indonesia. Pada saat itu kamar mandi berfungsi sebagai ruangan yang digunakan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Pada umumnya menggunakan air sebagai media pembersihan, tapi ada pula yang menggunakan uap atau lebih dikenal dengan istilah mandi sauna.

Kini, kamar mandi di Indonesia dibedakan menjadi dua jenis, yakni kamar mandi basah dan kamar mandi kering. Kamar mandi basah biasanya menggunakan gayung dan bak mandi sebagai media pembersihan, sedangkan kamar mandi kering menggunakan shower dan bathtub. Selain itu, dalam kamar mandi kering zona kering, dan basah sangat jelas terlihat lewat aplikasi kaca atau gorden plastik yang digunakan.

Lembap Bila dibandingkan dengan ruang lainnya, kamar mandi memiliki tingkat kelembapan yang lebih tinggi. Soleh Hadiyana, arsitek sekaligus desainer interior dari Delta Putra Jaya mengungkapkan bahwa desain kamar mandi yang ideal adalah kamar mandi yang bersih dan sehat dilengkapi fasilitas sesuai dengan kebutuhan pemilik rumah.

Kamar mandi menurutnya sudah mengalami perluasan fungsi, dari yang semula hanya sebagai ruang pembersihan diri menjadi sebagai ruang relaksasi dan personalisasi sang pemilik rumah. Hal serupa diungkapkan Andry mulyono, Manager Showroom Kohler Design Center. “Saat ini kamar mandi bukan hanya tempat membersihkan diri, tapi juga merupakan tempat untuk diri sendiri,” ujar Andry. Gunakan perlengkapan sanitasi (kloset, bidet, bathtub, shower, wastafel, keran) yang sesuai dan memiliki standar kualitas yang ditentukan dengan dimensi luasan kamar mandi.

Untuk menjaga kenyamanan di rumah tentunya dibutuhkan sebuah genset sebagai sumber listrik alternatif ketika listrik dari PLN sedang padam. Untuk mendapatkan harga genset yang murah bisa membelinya melalui Distributor jual genset 500 Kva di Jakarta.

Solusi Tepat & Alami Bagi Anak Sulit Makan

Jumpa lagi di Sharing Moment nakita (SMN) dengan Ultra Mimi Setelah sebelumnya nakita dan Ultra Mimi menyelenggarakan SMN di Jakarta, kini kami mengunjungi warga Bekasi. Antusiasme para Mama dan Papa hebat di sini pun tak kalah hebat. Di RS Hermina Bekasi, para peserta seminar tampak tak sabar menantikan presentasi Dr. Catharine M. Sambo, SpA tentang “Solusi Tepat & Alami Bagi Anak Sulit Makan”. Hampir semua orangtua mengalami masalah ini, bukan? Menurut Catharine, sulit makan pada anak memang merupakan salah satu kekhawatiran orangtua terbesar.

Yang perlu diketahui, prinsip makan sebenarnya hampir sama dengan prinsip bermain. Ini artinya makan harus dilakukan dalam suasana yang menyenangkan. “Orangtua juga harus tahu kapan anak merasa kenyang dan kapan ia lapar. Karena itulah pembentukan jadwal makan yang teratur amat penting,” jelas Catharine. Selain jadwal dan variasi menu makanan, keseimbangan nutrisi anak juga harus diperhatikan.

Pada kesempatan ini, Nana, Assistant Brand Manager dari Ultra Mimi menjelaskan kebaikan susu cair UHT Ultra Mimi dalam menyeimbangkan nutrisi pada menu si kecil. Ultra Mimi diproduksi menggunakan Teknologi UHT dan Kemasan aseptik yang akan selalu menjaga kesegaran dan nutrisi alami susu tanpa bahan pengawet. Selain itu, komposisi Ultra Mimi juga telah disesuaikan dengan kebutuhan anak usia 2-6 tahun, terlihat dari pemenuhan persen AKG untuk usia tersebut.

Hal ini untuk memudahkan orangtua mengatur menu makan dan susu si kecil setiap harinya. Di akhir SMN, nakita dan Ultra Mimi mengunjungi beberapa pasien cilik yang tengah terbaring sakit di RS Hermina Bekasi. Kehadiran kami semata untuk mendoakan agar anak-anak dapat cepat sembuh dan segera ceria kembali. Semoga Sharing Moment nakita dan Ultra Mimi selalu dapat memberikan banyak inspirasi bagi Mama Papa!

Kontrol Pertama untuk Mama Hamil

Umumnya dilakukan di usia 2—4 minggu. Biasanya dokter akan meluangkan waktu lebih banyak untuk mengenal ibu dan bayinya; dari menanyakan bagaimana menjadi orangtua, bagaimana kondisi bayi, apakah pernah si kecil kesulitan buang angin dan sendawa, mendapat ASI atau formula, bagaimana pola tidurnya, hingga bagaimana pup dan pipisnya. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan berikut: ? Pertumbuhan bayi, yakni berat badan, panjang badan, dan ukuran lingkar kepala. ? Mengamati kulit bayi, seperti: ada-tidak ruam, tandatanda lahir, kuning atau tidak. Selain itu, apakah ada heat rash (biang keringat) atau alergi, atau infeksi virus kalau memang ada demam.

? Kondisi ubun-ubun. Normalnya masih terbuka sampai usia 18 bulan dan tidak memboncol. Jika menutup terlalu dini, diskusikan dengan dokter karena mungkin butuh pendapat ahli neurologi. Takutnya, otak tidak punya tempat untuk berkembang. Jika memboncol, diskusikan apakah ada peninggian tekanan di dalam rongga kepala yang bisa akibat hidrosefalus, meningitis, misalnya.

? Mengamati dada bayi, mendeteksi adanya kesulitan bernapas atau tidak. Jika menurut Mama, dada bayi tidak sama seperti kebanyakan dada bayi lainnya (misal, lebih cekung atau cembung alias dada burung), diskusikan dengan dokter. Belum tentu ada kelainan, tetapi baiknya ditanyakan apakah ada kemungkinan kelainan organ di dalam rongga dada, misal.

? Memeriksa paru-paru. Merupakan pemeriksaan rutin untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pada paruparu. Dilakukan dengan melihat, meraba, mengetuk, dan mendengarkan bunyi paru melalui stetoskop. ? Menilai jantung. Merupakan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi jantung: besarnya, gerakannya, iramanya, jenis bunyinya, ada tidaknya bunyi jantung tambahan. ? Mengamati gerak-gerik bayi. Kalau si kecil sehat, dia aktif bergerak, menggeliat, menatap, tersenyum, bersuara, menendang, dan berespons terhadap lingkungannya.

? Memeriksa pinggul bayi untuk mengetahui pergerakannya dan posisi pangkal paha di mangkok sendi pinggul. Hal ini penting diperiksa dokter untuk menyingkirkan kemungkinan kelainan sendi panggul. ? Memeriksa perut untuk memastikan tidak ada tumor dan tidak ada pembesaran organ. ? Memeriksa tali pusat untuk mengetahui ada tidaknya infeksi.

? Memeriksa alat kelamin untuk mengetahui ada tidaknya hernia, apakah kedua buah zakar teraba di kantong kemaluan. ? Memeriksa mata, hidung, telinga. Merupakan pemeriksaan rutin, dilakukan dengan melihat, meraba, serta mempergunakan otoskop (alat untuk melihat ke rongga telinga dan gendang telinga). Tujuannya, untuk mengetahui ada tidaknya kelainan, baik itu kelainan infeksi maupun noninfeksi.

Simak juga informasi lengkap mengenai tempat kursus IELTS jakarta terbaik untuk persiapan yang lebih matang.

Si Kecil Siap Jadi Bintang Bagian 2

Cussons Baby Soft & Smooth adalah powder dalam kemasan nuansa merah muda yang mengandung almond oil dan rose oil untuk menutrisi dan melembapkan kulit bayi, dengan aroma wangi floral yang nyaman untuk bayi. Cussons Baby Cares & Protects adalah powder dalam kemasan nuansa warna kuning yang memberikan perlindungan untuk kulit bayi yang cenderung sensitif.

Diperkaya dengan *Calamine *yang membantu menyejukkan kulit yang kemerahan karena iritasi dan *Zinc Oxide* yang memberi perlindungan pada kulit sensitif. Varian terakhir adalah Cussons Baby Blueberry Smoothie dengan nuansa kemasan warna ungu; diperkaya ekstrak blueberry yang memberi rasa nyaman pada kulit bayi dan yoghurt yang menutrisi dan menghaluskan kulit bayi serta beraroma buah yang menyegarkan.

Untuk pemakaian yang efektif dan aman, gunakan tangan Ibu yang bersih untuk menaburkan powder pada kulit bayi. Taburkan secukupnya pada kulit si kecil yang kering dengan sentuhan tangan Ibu agar bayi merasa lebih nyaman. Dengan Cussons Baby Powder, kulit bayi terjaga kelembutan dan kesehatannya setiap hari, serta membuat bayi lebih nyaman saat kulitnya bergesekan dengan pakaian. Lomba Foto 1 Miliar Di acara Sharing Moment nakita kali ini, anak-anak yang hadir diajak ikut lomba foto Cussons Bintang Kecil Season 3 (CBK3) yang diselenggarakan Cussons Baby, Cussons Kids.

Lomba ini digelar sejak 10 Oktober 2014 hingga 10 Januari 2015. Berlaku untuk 3 kategori usia anak: 0-1 tahun, 1-3 tahun, dan 3-6 tahun dengan total hadiah 1 miliar rupiah. Hadiah utama berupa tabungan pendidikan 75 juta rupiah akan diberikan kepada pemenang pertama dari masing-masing kategori. Keterangan lengkap tentang lomba bisa dibaca di Facebook Cussons Mum and Me Indonesia. Jangan lupa LIKE Facebook Cussons Mum & Me Indonesia untuk bisa melihat informasi pemenang tiap minggu dan beragam info untuk Bunda dan si kecil.

Sweet Potato Chips

Sweet potato chips dapat menjadi pilihan keripik kentang bagi anak-anak. Sweet potato chips atau ubi manis ungu, meskipun rasanya manis, kandungan gulanya lebih rendah dibandingan kentang, sementara seratnya lebih banyak dari kentang. Umbi lokal kita ini bersifat basa untuk tubuh. Sebenarnya, kentang kalau direbus tidaklah masalah, yang masalah adalah saat digoreng dengan minyak kelapa sawit/kedelai/jagung. Bila ingin menggoreng sesuatu, minyak paling aman adalah minyak kelapa karena minyak kelapa adalah satu-satunya minyak yang bila dipanaskan tidak bersifat karsinogenik (menstimulasi kanker).

Si Kecil Siap Jadi Bintang

Setiap anak layak menjadi bintang. Paling tidak bintang di hati mama dan papanya. Untuk bisa menjadi bintang, anak perlu diberi rangsangan atau stimulasi agar potensinya terasah secara optimal. Potensi itu meliputi kemampuan motorik, kognisi, dan psikososial. Oleh Dr. Howard Gardner, profesor pendidikan dari Harvard University, potensi ini dibagi lagi menjadi 8 bentuk kecerdasan yang disebutnya multiple intelligences.

Kapan waktu terbaik memberi rangsangan pada potensi anak? Yaitu selama periode tiga tahun pertama kehidupan anak sejak di kandungan yang disebut The Golden Period. Demikian kata Dr. Meita Dhamayanti, dr. SpA (K), MKes, Konsultan Tumbuh Kembang Anak-Pediatri Sosial di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung, di acara Sharing Moment nakita bersama Cussons Baby, Cussons Kids yang bertempat di RS Hermina, Arcamanik, Bandung, 1 November lalu. Selama Golden Period, jumlah sel otak bertambah dan berkembang sangat cepat dibanding periode usia setelah itu.

Alhasil, dengan stimulasi yang tepat, anak mampu menyerap informasi bagaikan spons yang menyerap air. “Perkembangan otak dimulai sejak janin berusia 3 minggu. Agar optimal, faktor nutrisi dan stimulasi berperan penting, bahkan sejak dalam kandungan,” kata Dr. Meita. Jika pertumbuhan ­ sik dan perkembangan otak anak optimal, maka jalan untuk mengasah bakat dan menjadi bintang akan terbuka luas. Cussons Baby Powder untuk Perawatan Kulit Bayi Pada kesempatan yang sama, Cicilia Elisabeth selaku Brand Manager Cussons Baby, turut berbagi informasi perawatan kulit bayi dengan Cussons Baby Powder yang telah dikenal sejak turun temurun.

Cussons Baby Powder adalah powder untuk bayi yang terbuat dari formula lembut yang sudah teruji secara dermatologi adalah aman dan bermanfaat untuk merawat kulit bayi. Cussosn memiliki empat varian powder untuk keperluan jenis kulit bayi yang berbedabeda. Cussons Baby Powder Mild & Gentle adalah powder dalam kemasan nuansa biru muda yang mengandung ekstrak chamomile dan susu yang menjaga kelembutan kulit bayi yang baru lahir dengan wangi khas bayi Cussons yang sudah dikenal turun-temurun dan menyejukkan kulit.

Agar anak mahir dalam berbahasa asing maka perlu adanya les tambahan. Tempat kursus bahasa Perancis di Jakarta adalah pilihan yang tepat.

Indonesia Sebagai Lumbung Padi Dunia

Indonesia Sebagai Lumbung Padi Dunia – sebagai lumbung pangan dunia pada ukan tanpa alasan optimisme Indonesia 2045 dilontarkan Kementerian Per – tanian. Terlebih, saat itu bertepatan pula dengan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-100. Dalam tiga tahun terakhir, sejak 2015, pertum – buh an produksi pangan pokok dan strategis nasio – nal mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan komoditas pokok dan strategis tersebut dicapai me lalui program upaya khusus (UPSUS) dikawal secara bersamaan yang secara ekstensif dan masif. Selain itu, didukung anggaran sangat besar serta pengelolaannya dapat terealisasi dengan mudah dan cepat. Dewa Ngakan Cakrabawa, Kepala Bagian Peren – canaan Wilayah, Biro Perencanaan, Setjen Kemen – terian Pertanian (Kementan) mengatakan, Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045 merupa – kan angan-angan dan menjadi perwujudan cita-cita ke depan. Dalam menopang program besar itu, ia berujar, Kementan menyusun strategi dan meletakkan sendi yang baik sebagai fondasi di 2017-2018. Di sisi lain, dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pihak swasta juga berandil penting dalam meno – pang terwujudnya cita-cita mulia yang tersebut.

mengangkat Derajat petani

Ketika cita-cita sebagai lumbung pangan dunia terwujud, tingkat kesejahteraan petani di Tanah Air akan ikut terdongkrak. Saat ini, Dewa memaparkan, pekerjaan sebagai petani di Indonesia masih termar – ginalkan. Petani dinilai belum mampu hidup layak atau terangkat derajatnya dibandingkan pekerja lain. “Masih banyak petani yang miskin,” ulasnya. Menurut Dewa, setidaknya ada 8 permasalahan utama yang masih dirasakan petani Indonesia. Yaitu, masalah lahan, tata niaga, pembiayaan, infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), perlindungan petani, sistem informasi yang terbatas, dan produktivitas. Meskipun telah diatur dalam Undang-undang No.41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, masih banyak kendala lahan yang terjadi di lapang. Misalnya, lahan penguasaan masih tergolong kecil dan alih fungsi lahan yang tinggi. Di samping itu petani masih terkendala kepe – milikan lahan. Banyak petani yang hanya berstatus sebagai penggarap. Untuk infrastruktur, sambung Dewa, pemerintah meletakkan landasan yang kuat dengan menopang usaha tani dan pembuatan sumber-sumber air. Tujuannya sebagai dasar pembangunan pertanian ke depan. Dan sebagai bentuk perlindungan, tahun lalu Kementan memberikan asuransi kepada petani. “Asuransi di tanaman pangan, khususnya padi, baru dimulai 2017. Mudah-mudahan ke depan bisa mendukung pertanian kita supaya lebih maju. Kami juga baru merilis asuransi untuk ternak,” paparnya.

rencana Strategis

Dalam mencapai lumbung pangan dunia, lanjut pria kelahiran Bali itu, Kementan menyusun langkah strategis melalui sejumlah program dan terobosan yang menyasar pada Nawacita kedaulatan pangan. Kementan menyusun program dalam tempo 2015- 2019 demi terwujudnya kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Program utama untuk jangka waktu 2015-2019 adalah penyerapan anggaran guna penyediaan sara – na dan prasana. Terutama, pembangunan sumber air serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) buat petani. Kementan mulai memperhatikan dari hulu hingga hilir produk pertanian di samping nilai tambah produk. Namun saat ini, ulasnya, “Fokus kita tetap di hulu dulu karena permasalahan di hulu belum terselesaikan. Sembari kita juga mulai berge – rak ke hilirnya. Terutama, mengenalkan korporasi kepada petani dalam kawasan.” Dewa menjabarkan, untuk menyongsong 2045, ta – hap pertama yang dilakukan pemerintah yaitu mene tapkan regulasi. Saat ini ada sebanyak 141 kebijakan yang sudah diregulasi untuk memper – baiki kemungkinan yang menghambat ekspor. Ke depannya, terdapat sekitar 50 kebijakan lagi yang akan diselesaikan.

Tahap selanjutnya adalah infrastruktur, mening – kat kan produksi, mengurus tata niaga, dan sasaran utama pada 2045, yakni menjadi lumbung pangan dunia. Ketika angan-angan besar itu terealisasi, Indonesia bisa mengekspor komoditas pertanian ke berbagai negara. “Jadi, kita tidak hanya meme – nuhi kebutuhan dalam negeri tapi harapan ke de – pan kita mampu mengekspor,” ambisinya. Selain perbaikan infrastruktur dan bantuan alsin – tan, upaya berikutnya guna meningkatkan produk – si adalah pengembangan lahan rawa dan cetak sawah. Untuk urusan cetak sawah, Dewa mengakui, target 1 juta ha mengalami hambatan dan sampai sekarang belum bisa dicapai. Maka, Kementan ber – gerak memanfaatkan lahan rawa demi bisa me – nang gulangi kekurangan lahan sawah. Indonesia memiliki potensi 33,4 juta ha lahan rawa. Yaitu, terdiri dari 20,1 juta ha lahan rawa pasang surut (60%) dan 13,3 juta ha lahan rawa lebak (40%). Dewa melengkapi, pemanfatan lahan tadah hu – jan pun mulai diterapkan, seperti melalui pemba – ngun an embung, kemudian rehabilitasi 2 juta ha irigasi. Selanjutnya, rencana kerja 2019 yakni pro – gram padat karya tunai (cash for work), pengem – bangan kawasan pertanian (klaster), membuat daerah sentra pengembangan tanaman rempah, dan menjadi lumbung pangan di daerah perbatasan. “Pada 2015 harapan kita bisa mencapai keta – hanan pangan dengan peningkatan produksi 3- 5%, 2016-2018 kita bisa swasembada. Paling tidak, bisa meningkatkan produksi diatas 5% atau lebih, kemudian 100% kebu – tuhan pangan dalam ne – ge ri terutama pangan strategis sudah bisa kita penuhi. Pa da 2019-2024 kita harap kan sudah bisa mencapai kedaulatan. Ke – mudian, 2025-2045 kita harapkan bisa meningkat – kan kese jah teraan petani. Kesejah teraan petani me – ningkat juga kalau sudah berke cim pung dalam pe – da gangan global,” jabar – nya detail.

inovasi lembaga penelitian

Mewujudkan lumbung pangan dunia tentu me me – rlukan peran besar Ba dan Litbang Pertanian (Balit – bangtan) melalui kinerja dan inovasi. Retno Sri Hartati Mulyandari, Kepala Balai Pengelola Alih Teknologi Petanian (BPATP) Bogor, berujar, mengejar cita-cita perlu dukungan teknologi dan regulasi. Tantangan di sektor komo ditas, sumber – daya lahan pertanian (SDLP), dan me kanisasi akan mampu diatasi. Tanpa sokongan tekno – logi, faktor-faktor kunci perwujudan kedaulatan pangan akan sulit direali – sasikan. Retno mengata – kan, status teknologi Balit – bang tan mencakup 3 hal. Pertama siap diterapkan, kedua perlu dimatangkan, dan ketiga perlu dicipta – kan. Siap diterapkan ber – arti teknologi sudah dile – pas dan siap dikembang – kan secara spesifik lokasi. Se dangkan, perlu dima – tangkan berarti teknologi prospektif untuk antisipasi jangka menengah sudah ada namun perlu dima – tangkan. Terakhir, perlu diciptakan yang berarti teknologi untuk jangka panjang perlu disiapkan untuk mengantisipasi perubahan lingkungan dan preferensi konsumen. Balitbangtan, imbuh Retno, tengah menyiapkan dukungan teknologi untuk tanaman pangan, horti – kultura, perkebunan, peternakan, dan dukungan teknologi SDLP, serta mekanisasi.

Untuk padi misalnya, tersedia varietas unggul baru (VUB) untuk ber – bagai agroekosistem seperti padi gogo tahan naungan, padi gogo dataran tinggi, padi hibrida dengan produktivitas di atas 12 ton/ha. Ada juga padi amfibi yang toleran rendaman dan kekeringan serta teknologi budidaya jarwo super. Pada komoditas jagung, Balitbangtan menyiapkan jagung hibrida produktivitas tinggi, sekitar 10-13 ton/ha, seperti Bima seri 3-20, HJ seri 21-22, HJ 36, dan HJ 45. Yang terbaru adalah jagung tongkol dua bernama Nasa 29. Sentuhan teknologi pada bawang merah, kata perempuan kelahiran 3 Desember 1969 itu, adalah VUB produktivitas tinggi, seperti Bima, Maja, Sem – brani, Pancasona, Trisula, dan Biru Lancor. Sedang – kan, inovasi di cabai berupa VUB produktivitas tinggi seperti varietas Kencana yang toleran genangan dan VUB fungsional yang memiliki kadar capsaisin tinggi, misalnya Prima Agrihort dan Rabani Agrihort. Dukungan teknologi pada peternakan sapi berupa konsentrat hijau, tanaman pakan toleran kekeringan dan naungan, seksing sperma, rapid test kebuntingan, vaksin IBR (Infectious Bovine Rhino – tracheitis), diagnosis penyakit, hingga pascapanen. Sementara, dukungan untuk SDLP contohnya sistem budidaya hemat air menggunakan springkel dan irigasi tetes. Selain itu, precission farming & smart irrigation, pompa energi surya, hingga artificial irrigation untuk irigasi modern.

“Balitbangtan terus berinovasi. Dari data Ditjen Kekayaan Intelektual, Kemenkumham, secara nasional Balitbangtan merupakan lembaga peng – hasil paten granted terbanyak pada 2017. Inovasi tidak hanya dari substansi teknologi dari Balit – bangtan saja tapi juga inovasi dalam kelembagaan, administrasi, dan proses-proses mengimplemen – tasikannya,” pungkas Retno