Sarapan Bergizi, Mual Pun Pergi

Sarapan sering kali sulit dilakukan karena munculnya rasa mual, tak berselera makan, bahkan muntah di pagi hari. Nah, bagaimana menyiasatinya? Wajar memang bila di trimes- ter pertama, mamil mengalami morning sickness yang membuat Mama enggan sarapan. Tetapi, sebaiknya morning sickness jangan sampai membuat Mama menghindari sarapan, ya.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Pasalnya, sarapan memiliki banyak manfaat, baik bagi mamil maupun janin. Bisa dibilang, sarapan adalah waktu makan yang sangat penting karena dapat mengontrol pola makan sepanjang hari. Selain itu, sarapan juga memiliki segudang manfaat lainnya, Ma. Ketika bangun pagi, kadar gula darah berada pada titik yang rendah, karena sistem pencernaan tubuh berhenti bekerja sepanjang malam. Sementara, gula darah adalah bahan bakar bagi otak dan pusat sistem saraf.

Nah, sarapan sehat di pagi hari akan memberikan “suntikan” energi untuk memulai hari dan membantu mengembalikan level gula darah ke batas normal, sehingga otak dapat berfungsi dengan lebih baik dalam bekerja. Kadar gula rendah bisa membuat Mama merasa lesu, mengantuk, kesulitan mengingat informasi, merasa gelisah dan mudah marah, hingga kurang konsentrasi, lo, Ma.

Apalagi untuk mamil yang kerap meng alami mood swing, melewatkan sarapan malah akan membuat mood mamil semakin buruk. Manfaat lainnya, seseorang yang rutin sarapan memiliki kemungkinan lebih kecil (30%) terhindar dari obesitas ketimbang yang tak pernah sarapan. Ini merupakan hasil riset yang dilakukan Dr. Mark Pereira bersama timnya dari Harvard Medical School, Amerika Serikat (AS), pada sekitar 2.500 penduduk AS.

Kemungkinan terkena diabetes dan serangan jantung, juga lebih kecil pada orang yang rutin sarapan. Bila mamil melewatkan sarapan, maka jeda makannya akan menjadi panjang, yaitu dari jam makan malam terakhir hingga jam makan siang. Nah, jeda makan yang panjang selama kehamilan, semisal lebih dari 12 jam, dapat memiliki efek langsung dan jangka panjang pada janin yang sedang berkembang. Mengapa? Karena janin bergantung pada nutrisi yang diperoleh melalui makanan mamil untuk tumbuh kembangnya.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Tentukan Posisi Bersalin Sekarang

Posisi telentang atau setengah duduk umumnya digunakan saat proses melahirkan. Tetapi, ada juga, lo, posisi lainnya yang mungkin saja membuat Mama lebih nyaman menjalani persalinan. Pada banyak rumah sakit di negara berkembang, umumnya mamil memang melahirkan dengan posisi telentang disebut juga posisi litotomis dan posisi setengah duduk.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Namun, selain kedua posisi tersebut, ada pula posisi lainnya, Ma, semisal, posisi Mongkok, miring, atau posisi bertumpu pada empat tumpuan (kedua lutut kaki dan kedua tangan, seperti merangkak). Salah satu hasil survei Childbirth Connection organisasi nirlaba di Amerika Serikat yang bekerja untuk meningkatkan kualitas perawatan bersalin melalui penelitian, pendidikan, advokasi, dan kebijakan melaporkan, pada 2005-2006, sebanyak 57% mamil di Amerika Serikat (AS) melahirkan dengan posisi litotomi dan 35% melahirkan dalam posisi setengah duduk. Dengan kata lain, 92% mamil di AS memilih antara posisi semi-berbaring atau berbaring dan setengah duduk saat melahirkan. Indonesia hampir mirip dengan di AS.

Posisi litotomi juga kerap digunakan saat proses persalinan. Selain itu, Badan PPSDM Kesehatan Departemen Kesehatan RI di situs resminya mengungkapkan, lebih dari 50% mamil di Indonesia melahirkan dengan posisi setengah duduk. Sisanya, kurang dari 40% memilih posisi miring dan kurang dari 10% melahirkan dalam posisi Mongkok. MEMUDAHKAN PENOLONG PERSALINAN Meski sering digunakan dalam proses persalinan, ternyata posisi litotomi tidak memiliki latar belakang studi ilmiah, lo, Ma.

Terbukti, dalam laporan penelitian Lauren Dundes, MHS, yang berjudul “The Evolution of Maternal Birthing Position), dijelaskan bahwa posisi melahirkan sambil berbaring dan mengangkat kaki (litotomi) tidak memiliki latar belakang studi ilmiah. Laporan yang dipublikasikan dalam American Journal oI Public Health 1987 ini mengungkapkan, posisi tersebut semata-mata dilakukan demi memudahkan penolong persalinan untuk memeriksa vagina dan menangani persalinan. Pantas saja, ya, Ma, ketika akan melahirkan, penolong persalinan, seperti dokter dan bidan, akan meminta mamil untuk berbaring atau setengah duduk. Tak lain karena karena posisi tersebut memudahkan dokter/bidan dalam memeriksa kondisi bukaan jalan lahir, seberapa jauh penurunan kepala janin, dan sebagainya.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Seribu Kegagalan dan Seribu Kesuksesan Bag4

Kelekatan Intensif

Pengalaman Ana Avianti (34) mama dari Lashita Khumaira Nugroho (7) dan Lunetta Khumaira (3) agak berbeda. Mama yang tinggal di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur ini sempat merasa menyesal karena tak dari awal mengenalkan konsep toilet training pada anak keduanya.

“info lowongan kerja magang ke Jepang gratis untuk SMA” upstory

“Saya merasa gagal berperan sebagai seorang ibu ketika anak saya yang kedua, Luna, yang saat itu masih berusia 3 tahun belum bisa buang air besar di kloset.” Semua input dan tip dari segala sumber mengenai toilet training sudah pernah dilakukan oleh Mama Ana. Membeli berbagai macam model kloset yang bentuknya lucu-lucu dan warnawarni khusus buat balita juga sudah dilakukan.

Tapi tetap saja si kecil enggak mau. “Padahal, dari umur 2 tahun, Luna sudah enggak ngompol, jadi kalau ke mana-mana enggak pernah saya pakein diaper. Tapi setiap dia mau buang air besar, pasti Luna minta dipakein diaper. Anehnya lagi, kalau tidak dipakaikan diaper, dia enggak mau pupu (buang air besar). Luna kalau pupu (karena masih pakai diaper) posisinya berdiri dan maaf kotorannya (pupnya) pun besar-besar. Jadi, dia berdiri sambil ngeden deh.

Pernah suatu saat dia sangat merasa kesakitan, saya sampai bingung, dia kesakitan karena apa. Begitu saya bersihkan, saya lihat duburnya, ya, Allah.. ambeiennya keluar kira-kira 1 cm. Sediiih banget saya saat itu. Besoknya, saya bawa Luna ke dokter anak spesialis pencernaan. Luna dikasih obat salep biar cepet kempis ambeiennya. Dan sebelum mandi, ia harus berendam di air hangat yang dikasih garam. Alhamdulillah, 3 hari ambeiennya kempis.

Tapi gara-gara itu, Luna trauma enggak mau buang air besar. Semakin bingung dan khawatir saya. Namun, pelan-pelan saya ngomong setiap dia mau pup, kalau ia sudah bisa pup lagi dan enggak sakit sambil menemaninya dan memberi semangat terus. Alhamdulillah, sekarang ambeiennya enggak pernah keluar lagi. Sempat terbersit di hati dan pikiran saya rasa sesal, kenapa enggak dari umur 1 tahunan saya ajari dia pupu di kloset? Ah, penyesalan memang selalu datang belakangan.”

Berbagai pilihan dalam mengatasi kegalauan seorang mama saat menjalankan perannya sungguh perlu diketahui para mama. Setidaknya dengan membaca pengalaman mama lain, kita tahu kegagalan sebagai ibu yang kita rasakan adalah kegagalan “berjamaah”. Kita pun tahu menjadi seorang ibu memang sejuta rasanya, tidak mudah, penuh de ngan seribu kegagalan, namun juga sekaligus seribu kesuksesan.

Seribu Kegagalan dan Seribu Kesuksesan Bag3

“Enggak gampang lo, memutuskan untuk melakukan ‘penitip an anak’. Pagi hari saya harus ‘menghilang’ dari pandangan Fikri. Waktu hari pertama, Fikri sulit tidur di daycare karena tempat baru. Akhirnya saya datang dan menemaninya tidur di sana. Hari ke dua, mulai terasa berat karena saya harus mulai meninggalkan dia.

“ Info beasiswa kuliah di Jerman S1 S2 full gratis” upstory.org

Ketika akan berangkat, saya enggak berani menatap matanya karena enggak tega. Ah, anak sekecil itu sudah harus berangkat dari pagi dan pulang terlalu sore. Tapi saya tak punya pilihan lain. Meski terpaksa, sedih, dan merasa gagal jadi ibu, saya tetap melakukannya secara bertahap. Hari keempat saya baru bisa melihat Fikri belajar untuk berpisah dan bertemu pada waktu jam dan tempat yang sama.

Alhamdulillah, meski di daycare, Fikri memiliki kemampuan perkembangan motorik kasar atau halus lainnya sesuai dengan usia kematangan perkembangannya. Di usianya yang sangat belia itu, Fikri mengajari saya untuk belajar komitmen dan percaya kepadanya. Alhamdulillah.”

Apa Yang Salah?

Seorang ahli perkembangan psikososial bernama Erik H. Erikson menyatakan yang paling penting bagi anak di usia 0–12 bulan adalah mengalami kelekatan yang intensif dengan mama, sehingga anak memiliki rasa pengharapan yang besar pada orang dewasa yang ada di sisinya. Ini amat disadari oleh Mama Wina (35), mama dari Keiko Putranto (3).

Karena itulah ia sempat mengalami kekecewaan saat gagal melakukan Inisiasi Menyusu Dini. “Tidak pernah terlintas di pikiran, saya tidak bisa memberi ASI pada bayi saya ketika ia dilahirkan. Asli, tak pernah! Tapi kenyataannya, proses itu gagal. Ada perasaan kesal sekaligus khawatir. Apa yang salah? Ah, apakah saya sudah sepenuhnya pantas disebut sebagai ibu?

Padahal saya gagal memberi ASI pada bayi saya yang baru lahir! Untunglah, suami terus menyemangati saya untuk memberikan ASI pada bayi kami. Duh, melihat semangatnya, saya sempat malu, tapi akhirnya jadi terpacu. Tante yang mantan bidan pun saya hubungi untuk saya mintai pendapat. Syukurnya, beliau mendatangi saya di rumah sakit. Sekalian mau lihat bayinya, katanya.

Sang tante pun menawarkan diri untuk me-massage dan mengompres payudara saya guna merangsang keluarnya puting dan ASI-nya. Suami pun tak berhenti mencari informasi agar saya bisa menyusui secara langsung. Alhamdulillah, meski masih menggunakan konektor, akhirnya saya bisa menyusui bayi kami secara langsung.”

Mual? Nyetir Saja!

Sejauh tidak ada larangan dari dokter, menyetir mobil sendiri dapat menjadi solusi mujarab untuk mamil yang sering mual dan ingin muntah setiap kali berkendara. Gangguan ini bisa dibilang mirip dengan mabuk perjalanan dan kalau dipikir-pikir tidak pernah ada pengemudi yang mabuk perjalanan saat menyetir. Begitu juga dengan nahkoda di atas perahu. Namun, jika Mama merasa badan tidak fit dan tidak bisa berkonsentrasi selama menyetir, sebaiknya jangan menyetir.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Konsumsi Alkohol Pengaruhi Otak Janin

Studi yang dimuat di jurnal PLOS ONE mengungkap fakta terbaru tentang konsumsi alkohol pada 3-4 minggu pertama kehamilan terhadap kondisi janin. Menurut studi yang dipimpin oleh Dr. Nina Kaminen-Ahola dari University of Helsinki, Finlandia, paparan alkohol pada masa-masa awal terbentuknya Manin bisa menimbulkan perubahan seumur hidup pada regulasi genetik dalam stem cell, yang tak lain adalah sel-sel awal yang muncul dari embrio. Perubahan ini bisa membawa pengaruh besar terhadap struktur otak janin. Itulah sebabnya kehamilan sebaiknya direncanakan, karena banyak mamil yang belum menyadari kehamilannya hingga memasuki minggu ke-6.

Cairan Kecokelatan Pertanda Mau Melahirkan

Pengaruh hormon selama kehamilan membuat cairan yang keluar dari vagina cenderung lebih kental dan Zarnanya lebih keruh. Banyak mamil panik jika mendapati cairan kecokelatan keluar dari Yagina, karena Zarnanya mirip dengan bercak darah. Sebenarnya, cairan kecokelatan ini masih termasuk aman. Namun, jika keluarnya pada mingguminggu terakhir kehamilan, bisa Madi merupakan sinyal bahZa mamil akan segera bersalin. Cairan kecokelatan atau agak pink pada akhir kehamilan biasanya keluar menyusul terlepasnya sumbat mukus, yaitu kumpulan lendir serviks yang menutupi jalan lahir. Saatnya bersiap menyambut kelahiran bayi Mama!

Menenteramkan Hati

“Saat dua garis merah muncul pada test pack, secercah harapan muncul. Seiring berjalannya waktu, mual, muntah, dan mood yang tak menentu aku lalui dengan suka cita. Ketika kontrol bulanan, detak jantung janinku terdengar begitu menenteramkan hati. Aku bisa mendengar detak jantungnya, merasakan tendangan halus dari kakinya, melihat gerakannya. Alhamdulillah, Nak, sehat terus di dalam sana. Bunda sayang kamu sepanjang hidup Bunda.” Kurnia fajri haniah, 9 bulan

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Dilanda Rasa Gerahnya

Walau tak semua merasakannya, sebagian mamil kerap didera rasa gerah berlebih. Tubuh jadi mudah berkeringat dan pakaian pun gampang basah. Wajarkah ini? Setelah di trimester pertama, beragam ke luhan, semisal morining sickness atau mual-muntah, datang meng hampiri dan berangsur mereda. Selanjutnya memasuki trimester kedua lain lagi keluhan yang dialami mamil.

“ Rekomendasi tempat kursus bahasa Jerman di Jakarta terbaik “ ~ sat-jakarta.com ~

Salah satunya, mamil gampang kegerahan, membuat ram but dan pakaian lebih cepat lepek, bahkan adakalanya bau badan jadi tak sedap. Tak heran bila perubahan tersebut menimbulkan kecemasan pada mamil, meski sebetulnya selama kondisi tersebut tak mengganggu aktivitas Mama, kegiatan sehari-hari masih bisa Mama lakukan, maka perubahan fisik dan hormonal selama kehamilan terbilang wajar. Berkeringat merupakan reaksi alami tubuh untuk “mendinginkan” suhu yang meningkat dan memberikan sensasi dingin pada kulit de ngan cara mengeluarkan keringat.

Dengan kata lain, peningkatan suhu pada tubuhlah yang akhirnya memicu keringat untuk keluar, sehingga suhu tubuh bisa tetap berada dalam kondisi normal. Nah, saat hamil, khususnya memasuki trimester kedua dan berlanjut hingga trimester ketiga, suhu tubuh menjadi lebih mudah meningkat karena beberapa sebab.

Maka itu, keringat jadi mudah keluar walau Mama tak melakukan sebuah aktivitas berat. Bahkan, sebagian mamil masih merasa gerah walau ruangan sudah menggunakan penyejuk. Produksi keringat biasanya semakin banyak ketika Mama memasuki trimester ketiga hingga menjelang persalinan. Penyebabnya karena saat ini produksi hormon sedang dalam masa puncak. Namun, kondisi ini akan mereda seiring dengan jumlah hormon yang kembali normal, yaitu sekitar 1-2 bulan setelah persalinan.

Walau terbilang wajar, bukan berarti kita terpaksa menyerah dengan keadaan. Pasalnya, bila dibiarkan, keringat yang bercucuran jelas akan menimbulkan rasa tak nyaman, menimbulkan aroma tak sedap, membuat emosi lebih mudah naik karena panas, hingga memicu dehidrasi saking banyaknya cairan tubuh yang keluar. Untuk itu, ada beberapa upaya yang dapat Mama lakukan guna mengatasi kon disi keringat berlebih. Selain juga, kita perlu tahu apa saja, sih, sebetulnya yang membuat keringat jadi berlebih ini.

Stimulasi Dan Nutrisi Untuk Si Kecil

Tidak ada sekolah menjadi orangtua, padahal semua orangtua tentu membutuhkan pengetahuan agar si Kecil dapat tumbuh dan berkembang optimal. Dengan latar belakang tersebut, DANCOW Parenting Canter bersama nakita mengadakan seminar bagi orangtua di 8 kota dan Denpasar adalah kota terakhir. Meski kota terakhir, acara yang selalu memukau orangtua ini tetap mendapat tempat di hati dari pembaca nakita dan konsumen setia DANCOW.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Buktinya ballroom Hotel Harris Denpasar (14/11) dipadati oleh ratusan peserta. Sesi pertama seminar dibawakan oleh Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi. Menurut Dr. Soedjat, sapaan akrabnya, asupan nutrisi dan stimulasi sangatlah penting, bahkan perlu diperhatikan sejak dalam kandungan. Sebagai contoh jika kita melihat salah satu parameter tumbuh kembang yaitu otak si Kecil yang mulai terbentuk sejak minggu ketiga kehamilan. Pada periode emas ini, apa yang telah ditanamkan pada si kecil secara fi sik dan psikologis akan mempengaruhi proses pertumbuhannya sampai ia dewasa nanti.

Di sinilah peran penting orang tua dibutuhkan dalam memenuhi tiga kebutuhan dasar untuk memastikan tumbuh kembang si Kecil yaitu perlindungan, stimulasi, serta kasih sayang. Selain itu, asupan nutrisi yang baik akan memenuhi kebutuhan fisik si kecil dan membantu mereka untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal. Stimulasi yang tepat serta berkelanjutan dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal si Kecil. Selain itu, perlu juga diperhatikan aspek penting lainnya seperti kasih sayang dengan mengajak si Kecil bermain. Hal ini dapat membantu membentuk si Kecil yang sehat, cerdas, kreatif, inovatif, dan mandiri.

Cinta Bukan Sekadar Pelukan Hangat

Apa yang disampaikan Dr. Soedjatmiko didukung oleh pembicara kedua, dra. Ratih Ibrahim, MM., Psi. Cinta Bunda bukanlah sekadar pelukan hangat, belaian lembut dan menghabiskan waktu bersama. Perlindungan juga merupakan salah satu wujud kasih sayang dan cinta Bunda terhadap si Kecil. Lebih lanjut Ratih Ibrahim menambahkan, “Cinta adalah berani memberi ruang untuk si Kecil agar berusaha bangun saat ia terjatuh sehingga dapat belajar berjalan dan akhirnya bisa berlari mengejar cita-citanya. Perlindungan yang baik akan membantu kita para orangtua memastikan tumbuh kembang si Kecil agar ia dapat bereksplorasi namun tetap terlindungi.

Sumber : https://eduvita.org/

Benarkah Anggaran Dipotong Karena Penerimaan Tax Amnesty Tak Tercapai Bag2

Dua-duanya harus dilakukan dan APBN penting fungsinya untuk dua hal kita mau melakukan penyerapan, dan dilihat dari sisi APBN 2016, ada kemungkinan realisasi defsitnya akan 2,5 atau 2,6 atau bahkan penerimaan bisa lebih rendah lagi, bisa juga lebih besar. Defsit 3 persen itu ekspansif. Saya sudah lihat dari kementerian, lembaga, sebagian besar adalah belanja yang tidak akan menyebabkan pertumbuhan cepat dan berkesinambungan, seperti perjalanan dinas dan lelang membangun gedung.

Sekarang saya melakukan efsiensi. Itu tak berarti saya mengerem mesin ekonominya, tapi saya menjaga mesin APBNnya bisa berjalan lama. Jadi infrastruktur tetap jalan? Infrastrukturnya tetap jalan. Tak ada satu pun yang saya potong. Saya berbicara kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Pertanian, mereka melakukan priitu. Saya pikir tax amnesty ataupun penerimaan pajak harus dimonitor terus-terusan. Akan kita lihat sampai akhir tahun ini. Kami harus siap melakukan langkah tambahan apabila target tidak tercapai.

Ikut Kelas Laktasi untuk Mamil

Tahukah, Mama? Kunci utama dalam proses menyusui ada lah rasa percaya diri bahwa Mama mampu menyusui dan ASI-nyalah yang terbaik untuk bayi. Rasa percaya diri itu bisa Mama dapatkan dengan bekal pengetahuan yang cukup tentang menyusui sehingga tak mudah terhanyut pada pendapat orang yang belum tentu benar.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Oleh karena itu, Mama dianjurkan untuk mengikuti kelas laktasi saat kehamilan masuk trimester tiga nanti. WHO sendiri menyarankan para mama untuk melakukan 7 kali pertemuan dengan konselor menyusui demi kesuksesan pemberian ASI Eksklusif. Namun, setidaknya Mama bisa mengambil 2 kali pertemuan saat hamil, yaitu di usia kehamilan 28 dan 36 minggu.

  • Konsultasi di kehamilan 28 minggu, Mama akan mendapatkan informasi mengenai anatomi payudara dan anatomi mulut bayi, proses produksi dan pengeluaran ASI, manfaat menyusui, teknik menyusui yang benar, IMD (Inisiasi Menyusu Dini), hingga mitos seputar ASI dan menyusui.
  • Konsultasi di kehamilan 36 minggu, Mama dapat berdiskusi tentang kekhawatiran, keinginan, dan harapan tentang menyusui kepada konselor. Selain itu, biasanya juga akan dilakukan simulasi menyusui menggunakan boneka, agar Mama dapat berlatih cara memosisikan bayi pada payudara. Faktor lain yang tak kalah penting untuk menyukseskan pemberian ASI eksklusif ialah dukungan penuh dari keluarga. 8ntuk itu, sebaiknya keluargasdalam hal ini adalah pasangansMuga hadir dalam kelas laktasi yang Mama ikuti.

Mama yang baru melahirkan biasanya merasa letih, sehingga peran keluarga untuk mendukung pemberian ASI sangat besar, yaitu dengan cara memberikan support secara mental dan membantu mengasuh bayi jika diperlukan. Papa perlu terlibat dalam proses pengasuhan anak, termasuk menyusui. Papa perlu membekali diri dengan pengetahuan mengenai menyusui, perangai bayi baru lahir, hingga cara merawat bayi. Semua bisa Papa dapatkan melalui kelas laktasi dan pertemuan dengan konselor menyusui serta mencari informasi dari buku atau artikel yang terpercaya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Suplemen Penting untuk Mamil

Mama, inilah berbagai suplemen yang penting kita konsumsi di masa prakonsepsi serta di trimester pertama:

# ASAM FOLAT Manfaat: • Menurunkan risiko timbulnya kecacatan pada bayi sebesar 50-70% seperti NTD (neural tube defect) atau pertumbuhan tabung saraf yang tidak sempurna, spina bifida kelainan pada tulang belakang janin), anensefalus (tidak terbentuknya otak dan tempurung kepala bayi). • Membantu dalam meringankan gejala kehamilan yang dirasakan mamil, contohnya: mual dan kelelahan. Dosis yang dianjurkan: 400 mikrogram per hari. tetapi, dosis ini dapat saja ditingkatkan sesuai dengan berat badan mamil serta bila ada riwayat keluarga yang terlahir cacat.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

# ZAT BESI Manfaat: • Menambah asupan zat besi untuk membentuk hemoglobin di dalam darah karena kadar darah kita meningkat hampir 50% semasa hamil. • Mencegah anemia dan segala akibatnya, seperti terhambatnya pertumbuhan janin, kelahiran prematur, serta berat bayi lahir rendah. • Mendukung suplai oksigen dari plasenta ke bayi. • Mencukupi kebutuhan ]at besi harian mamil yang kekurangan zat besi sejak sebelum hamil. Dosis yang dianjurkan: 0,8 miligram per hari.

# KALSIUM Manfaat: • Membantu menguatkan tulang dan gigi janin. • Mendukung pertumbuhan saraf dan otot janin. • Mencegah pengeroposan tulang pada mamil. Dosis yang dianjurkan: 200-300 miligram per hari.

# VITAMIN D Manfaat: • Membangun tulang dan gigi Manin. • Menjaga kecukupan kadar kalsium dan fosfor. • Mencegah bayi lahir dengan defisiensi vitamin D (berisiko patah tulang dan kelainan bentuk tubuh), pertumbuhan tulang abnormal, serta perkembangan fisik yang tertunda. Dosis yang dianjurkan: 10 mikrogram per hari.

# ASAM LEMAK ESENSIAL (DHA & EPA) Manfaat: Mendukung perkembangan otak, saraf, dan jaringan mata bayi. Dosis yang dianjurkan: 200 miligram per hari.

Adakah Obat Yang Aman?

Selama hamil, kita harus ekstra hati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan. Pasalnya, tidak semua obat yang tersedia di apotek aman bagi kehamilan. Bahkan, mengonsumsi beberapa Menis obat pereda nyeri, seperti aspirin, ibuprofen, sodium salisilat dapat meningkatkan risiko keguguran. namun, di sisi lain, mamil juga rentan terserang penyakit seperti flu, sakit kepala, dan sembelit. langkah pertama untuk mengatasi berbagai penyakit tersebut adalah dengan cara-cara alami alias non-obat.

Misalnya, banyak beristirahat dan minum air putih saat flu atau menghindari asupan pedas dan banyak minum air putih untuk menyembuhkan sembelit. Bila sakit yang dirasakan sudah tak tertahankan, obat kimiawi bisa menMadi alternatif berikutnya ya, Ma. Meski begitu, sebaiknya Mama berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu alih-alih membeli obat sendiri. Selain merekomendasikan jenis obat-obatan yang aman, dokter juga akan memberikan dosis konsumsi yang tepat sesuai dengan kondisi atau kebutuhan mamil.

Sumber : https://ausbildung.co.id/