Pusar Bodong TAK PERLU Dikhawatirkan

Pusar Bodong TAK PERLU Dikhawatirkan – Setelah tali pusat lepas, ada kalanya pusar menunjukkan semacam tonjolan. Ini dinamakan granuloma atau dalam bahasa awam disebut pusar bodong. Pusar bodong tak perlu dikhawatirkan. Tonjolan ini terjadi karena kemungkinan ada jaringan yang ikut keluar. Kadang-kadang bagian ini basah, sehingga meninggalkan bercak kuning atau kecokelatan yang menempel pada bagian depan popok bayi. Ini normal. Tonjolan akan mengempes sendirinya tanpa perlu tindakan apa pun seperti dioles dengan minyak yang katanya mampu mengubah pusar bodong. Tak perlu pula menggunakan koin yang ditekankan pada bagian pusar bodong si bayi. Lebih penting menjaga pusar ini tetap kering.

baca juga : SAT Registration Jakarta

Cara merawatnya seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Pusar bodong juga berbeda dari hernia umbilikalis (adanya penonjolan usus di bagian pusar). Hernia bisa terjadi di bagian pusar (umbilical), di selangkangan atau lipat paha, dan pada anak laki-laki di bagian buah zakarnya. Tanda-tanda bayi mengalami hernia umbilikalis, bila bayi mengedan atau menangis maka tonjolannya akan muncul. Pada bayi dengan kasus hernia umbilikalis ini, dokter akan mengobservasi dulu. Selama tidak membahayakan tidak akan dilakukan tindak apa pun. Apalagi untuk melakukan operasi tentunya ada persyaratannya seperti berat badan, usia, dan sebagainya. Tindakan dilakukan bila kondisinya membahayakan misalnya, usus bayi sampai terjepit di dinding perut.

Hindari Kolesterol Pada Anak Bagian 2

Tujuannya agar anak mengalami pertumbuhan sehat dan perkembangan otak optimal. Paling baik, hingga usia 2 tahun anak mendapat asupan lemak dari ASI, MPASI, dan makanan keluarga. Lepas, usia 2 tahun, anak hanya membutuhkan lemak sebanyak 30% dari total kalori harian. Jika sebelumnya ia mengonsumsi susu jenis whole milk, pelan-pelan kenalkan susu yang kandungan lemaknya lebih rendah, yaitu semiskimmed milk. GANGGU KESEHATAN Saat ini, ada kecenderungan hiperkolesterolemia pada anak meningkat terkait pola hidup kurang sehat. Misalnya, anak gemar mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula, sementara ia sulit sekali diminta makan sayur. Ditambah, anak semakin pasif bergerak karena menyukai tren permainan online, serta telepon seluler yang bisa menyajikan banyak sekali hiburan seperti  lm, game, lagu, aktivitas jejaring sosial, dan lainnya. Pola hidup yang tak sehat ini membuat semakin banyak anak mengalami kelebihan berat badan yang diduga dapat memicu hiperkolesterolemia.

Hal ini sejalan dengan penemuan WHO yang menunjukkan, di tahun 2010, 43 juta anak di bawah 5 tahun mengalami kelebihan berat badan. Hampir 35 juta anak kelebihan berat badan tinggal di negara berkembang dan 8 juta lainnya di negara maju. Bagaimana dengan Indonesia? Untuk anak di bawah 5 tahun, penderita obesitas mencapai 12,2% pada 2007, lalu meningkat 14,2% pada 2010 (Kompas.com). Biasanya, obesitas berjalan seiring dengan kadar kolesterol yang tinggi. Artinya, kalau Papa Mama memiliki anak yang obesse (gemuk), coba cek kolesterolnya. Selain faktor pola hidup, hiperkolesterolemia juga bisa dipicu genetik atau keturunan, meskipun persentasenya sangat kecil. Faktor pola hidup dan pola makan jauh lebih menentukan apakah anak memiliki berat badan berlebih atau tidak. Jadi, peran Papa dan Mama sangatlah menentukan untuk mendorong anak untuk banyak bergerak dan mengonsumsi gizi seimbang.

Hindari Kolesterol Pada Anak

Kalau si buah hati bertubuh gemuk, coba cek kolesterolnya. Dibanding anak dengan berat badan ideal, kadar kolesterol anak gemuk cenderung lebih tinggi. Hal ini tentu saja tak boleh dibiarkan Seorang Mama, iseng- iseng memeriksakan kadar kolesterol anaknya yang berusia 8 tahun. Ia terdorong melakukannya karena si anak sulit sekali makan sayur dan buah. Ia lebih senang makan junk food atau makanan yang kadar gula atau lemaknya sangat tinggi.

Tak dinyana, kadar kolesterol nya di atas batas normal, yakni 220 mg/dL. Sesungguhnya, kolesterol adalah lemak yang disirkulasikan di dalam darah. Ada dua jenis kolesterol: HDL (High-Density Lipoprotein) disebut juga kolesterol baik dan LDL (Low Density Lipoprotein) sering disebut kolesterol jahat. Kedua jenis kolesterol ini sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh, melindungi saraf, membangun jaringan sel, serta memproduksi beberapa jenis hormon tertentu.

Baca Juga : Kursus SAT Jakarta

Namun jika kadar LDL terlalu tinggi, kehadirannya dapat menyumbat pembuluh darah. Penyumbatan ini dapat berlangsung sejak anak masih kecil sampai dewasa. Kadar LDL yang terlalu tinggi disebut hiperkolesterolemia. Berbagai risiko penyakit muncul mengikuti kondisi tersebut, antara lain penyakit gangguan pembuluh darah, penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi. Sebaliknya, jika kadar kolesterol HDL tinggi, ini yang diharapkan karena salah satu fungsinya adalah melarutkan kolesterol jahat (LDL). BATAS TINGGI & DIET Pada anak, kadar kolesterol total dalam darah (HDL dan HDL) yang diperbolehkan adalah sekitar 170 mg/dL dengan kadar LDL kurang dari 110 mg/dL. Kadar kolesterol total pada anak memiliki batas tinggi yaitu, 170—199 mg/dL. Sedangkan untuk LDL anak, batas tingginya adalah 110—129 mg/dL.

Jadi, seorang anak akan didiagnosis mengalami hiperkolesterolemia jika total kolesterol dalam darahnya mencapai 200 mg/dL (total), atau kadar LDL-nya mencapai 130 mg/dL. Akademi Ilmu Kesehatan Anak Amerika (American Academy of Pediatrics) serta Program Nasional Pendidikan Kolesterol (National Cholesterol Education Program) di Amerika menganjurkan orangtua agar mengurangi konsumsi lemak yang sarat kolesterol pada anak sejak usianya dua tahun. Kenapa di atas usia 2 tahun? Sebab di bawah 2 tahun, meski berat badan anak sudah berlebih, ia tidak boleh berdiet rendah lemak. Para ahli gizi sepakat, anak harus memenuhi 50% kalori hariannya dari lemak dan 50% sisanya dari karbohidrat, protein, serta zat gizi lain.

 

Janin Tidak Berkembang

Salam hormat Dokter judi. Dok, Saya (27) ingin bertanya, apakah yang disebut trofoblas itu. Saya baru saja habis operasi (Dikuret) 16 September lalu Saat usia kandungan 11 minggu. Menurut Dokter, kandungan tidak berkembang karena masalah tali pusat. Dari hasil operasi tampak Jaringan Vili korialis yang mengandung pembuluh Darah Dan Dikelilingi oleh trofoblas.

Baca juga : kursus ielts di jakarta

Saya tidak paham Dengan hal­hal ini. Mohon penjelasan Dokter judi. Lalu apakah Saya bisa cepat hamil lagi? Baiknya berapa bulan Jaraknya Setelah operasi? Terima kasih atas Jawaban Dokter judi. Isma Savitri – Bengkulu trofoblas adalah sel­sel yang membentuk lapisan luar dari blastosist, yang berfungsi menyediakan nutrisi bagi embrio dan kelak menjadi plasenta. pada hasil pemeriksaan patologi anatomi (pa) di atas menunjukkan gambaran normal, bahwa jaringan vili korialis dikelilingi trofoblas.

Sebagian besar keguguran yang terjadi pada trimester pertama disebabkan oleh kelainan kromosom. pemeriksaan kromosom lebih rumit dan hanya laboratorium tertentu yang mampu melakukannya dengan baik, misalnya lembaga eijkman di Jakarta. Dari hasil pemeriksaan kromosom dapat diketahui kemungkinan penyebab keguguran ibu, misalnya terdapat kelainan pada kromosom nomor 18 (Sindrom edward) atau nomor 21 (Sindrom Down). hal penting yang perlu ibu lakukan saat ini adalah mempersiapkan diri untuk kehamilan yang akan datang. lakukan pemeriksaan pada suami dan ibu untuk mencari apakah ada kelainan atau penyakit yang dapat menyebabkan keguguran.

misalnya kelainan pada sperma akibat merokok dapat menyebabkan kecacatan pada janin. infeksi pada saluran kemih atau organ kandungan juga dapat menyebabkan keguguran. beberapa hal penting yang perlu dilakukan adalah: 1. analisis sperma. 2. Pemeriksaan fsik ibu meliputi pemeriksaan kelenjar gondok, organ kandungan, dan payudara 3. pemeriksaan laboratorium melipui kencing manis, penyakit gondok, hormon kesuburan, biakan kuman dari vagina, dan pap smear. 4. pemeriksaan uSg transvaginal. 5. pemeriksaan hSg untuk melihat bentuk rongga rahim dan kondisi saluran telur.

tanyakan kepada dokter kandungan ibu apakah semua pemeriksaan di atas dapat dilakukan di bengkulu? bila tidak bisa, maka dilakukan rujukan. Selain itu, gaya hidup ibu dan suami harus sehat, rajin berolahraga, kurangi stres, jangan makan junk­food atau yang mengandung zat berbahaya. terakhir, jangan lupa berdoa kepada tuhan agar dimudahkan segala urusannya dan ibu dapat kembali hamil dan normal semuanya.

Sumber : https://westwoodprep.com/id/

Menjadi Orangtua Kompak Bag2

Jadi memang betul musiknya bisa memengaruhi seseorang, seperti juga musik-musik lain. Yang bikin orangtua deg-degan, file musiknya dinamakan seperti nama obat-obatan yang dijual di jalanan. Ada ‘Marijuana Music’, ‘Cannabis Music’. Padahal itu cuma penamaan. Ya, namanya juga jualan, biar laku dan jadi pembicaraan. Sasarannya terutama mereka yang pegang gadget.”

Baca juga : ausbildung jerman

Pemaparan ini jelas membuat hadirin merasa lega. TENTANG GIZI Di sesi berikutnya, pakar teknologi pangan dan kulinologi, Hindah Muaris, yang juga merupakan kontributor rubrik Menu untuk Mama Hamil dan Menyusui serta Menu Anak di tabloid nakita menguji pengetahuan para hadirin tentang apa itu gizi atau nutrisi. Kebanyakan yang hadir menjawab hampir benar alias kurang tepat. “Jangan lupa nutrisi atau gizi bukan hanya vitamin, mineral, dan protein tetapi semua zat yang dibutuhkan agar sistem tubuh manusia bisa berfungsi normal, tumbuh, dan senantiasa sehat,” kata Hindah sambil membagikan buku kumpulan resepnya kepada penjawab yang paling benar.

Kelas pun ramai oleh celotehan dan tawa hadirin. Sebagian bertanya, apa yang harus dilakukan kalau anak menolak makanan bergizi. “Orangtua harus punya pengetahuan tentang macam-macam sumber makanan, jangan yang itu-itu saja. Tidak ada yang namanya superfood. Bahan makanan untuk anak dan keluarga harus beragam supaya komposisi gizinya bisa saling melengkapi.” TENTANG LGBT Topik yang tak kalah seru adalah “Pendidikan Gender untuk Anak Laki-laki dan Perempuan” yang disampaikan Yohana Elizabeth H., MBA. MPd.

Terkait dengan isu LGBT, Yohana merunutnya hingga sejak masa kehamilan. “Masa janin hingga usia 6 tahun adalah masa yang harus kita isi dengan hal-hal positif bagi anak. Ingat, masa golden age merupakan masa sensitif anak dalam hal berkomunikasi atau berbahasa. Selain itu, anak juga sedang mengalami masa sensitif sensori, motorik, dan sosial. Proses sosialisasi inilah yang berkaitan erat de ngan pembentukan orientasi LGBT. Kemampuan bersosialisasi mendorong anak untuk meniru dengan rasa ingin tahu ini atau itu.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Tolak Nyamuk, Si Pembawa Penyakit Bag2

Umumnya insect repellents untuk bayi/anak berupa minyak telon yang berfungsi juga sebagai penghangat tubuh. b. Bila pemakaiannya bersamaan dengan pelindung sinar matahari, pakai lebih dulu pelindung matahari tersebut, baru kemudian repellent. c. Selalu ikuti petunjuk yang ada pada krim pelindung matahari dan repellent. Q Bila cuaca memungkinkan, pakaikan buah hati baju lengan panjang dan celana panjang.

Gunakan penyejuk udara atau tirai penutup jendela dan atau pintu untuk mencegah masuknya nyamuk. Bila tidak memungkinkan, biarkan anak tidur dengan memakai kelambu. Q Kurangi sumber nyamuk di dalam dan luar ruangan, misal, tempat-tempat bersarangnya nyamuk (pakaian menggantung, pot, kolam, dan sampah).

Tolak Nyamuk, Si Pembawa Penyakit

Setiap tahun, nyamuk penular penyakit masih dengan leluasa menyebarkan virus dan parasit, dari malaria, demam berdarah dengue, chikungunya, fi lariasis atau kaki gajah, hingga yang beberapa waktu lalu menghebohkan dunia, virus zika. Yang menarik, lain nyamuk, lain juga penyakit yang dibawanya. Nah, berikut sekelumit ulasan menarik tentang beberapa penyakit yang disebarkan nyamuk: Demam Berdarah: Ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue.

Baca juga : kerja di Jerman

Penyakit demam berdarah mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah yang sangat mengancam jiwa. Malaria: Ditularkan melalui nyamuk Anopheles betina. Sekitar 10 hari setelah terjadinya gigitan, virus penyebab malaria masuk ke dalam aliran darah, lalu berkembang biak dan mengganti semua hemoglobin di dalam sel darah merah. Chikungunya: Nyamuk pembawa penyakit ini dari jenis Aedes aegypti, Aedes africanus, dan nyamuk Mansonia.

Gejala chikungunya, selain demam tinggi, muntah, menggigil, sakit kepala dan sakit perut adalah rasa linu di persendian tangan dan kaki serta pergelangan lutut. Filariasis: Dikenal juga sebagai kaki gajah. Penyakit yang menular ini disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk, seperti Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes, dan Armigeres. Kaki gajah bersifat menahun dan bila tidak mendapat pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap. Zika: Virus zika menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes. Virus ini selalu dihubungan dengan ibu hamil dan kejadian mikrosefalus pada bayi yang dilahirkan.

Mikrosefalus adalah kondisi medis dimana lingkar kepala bayi (anak) lebih kecil dari ukuran normal. TIP PENCEGAHAN Sama dengan masalah kesehatan lain, prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati, tentu yang paling baik. Nah, pencegahan paling efektif agar buah hati tidak terkena penyakit-penyakit di atas adalah dengan cara jangan sampai digigit nyamuk. Bagaimana caranya? Q Gunakan pencegah gigitan serangga (insect repellents). a. Produk yang mengandung bahan alami Minyak Sereh (Citronella Oil) yang aman untuk bayi, dapat mengusir dan mencegah nyamuk mendekati buah hati.

Sumber : https://maxfieldreview.com/

Pendiri V8 Futsal Academy Bag3

Saya kenal pelatih-pelatih klub futsal yang berlaga di liga futsal,” kata Veve. Nah, pemain berbakat itu pun kemudian dikirim ke klub futsal profesional, diminta untuk diseleksi. “Jika mereka lulus bisa masuk ke klub futsal yang profesional,” jelas Veve. Salah satu anak didiknya yang sudah bermain di liga futsal nasional, yaitu Ilham yang juga juara Indonesian Idol.

Baca juga : Kerja di Jerman

Keluarga besar lebih rentan infeksi Berapa jumlah anak yang Mama Papa miliki? Ternyata, ini berpengaruh terhadap risiko penyebaran infeksi virus di dalam keluarga, seperti fl u ataupun infeksi pernapasan lainnya. Studi yang dimuat di jurnal Clinical Infectious Diseases ini menyebutkan, semakin banyak jumlah anak di dalam rumah akan memperpanjang masa penyebaran virus. “Sebagai ilustrasi, keluarga yang tidak memiliki anak, rata-rata terinfeksi virus selama 3–4 minggu dalam setahun.

Pada keluarga beranak satu, infeksi virus berlangsung 18 minggu per tahun, sementara pada keluarga dengan 6 anak, infeksi virus bisa 45 minggu atau bisa dibilang sepanjang tahun,” kata Dr. Carrie Byington, Profesor di bidang Kedokteran Anak dan salah satu direktur Utah Center for Clinical and Translational Science di University of Utah. Adanya anak berusia di bawah 5 tahun juga turut berpengaruh terhadap lamanya infeksi virus dalam keluarga. Menurut riset ini, orangtua dengan anak balita cenderung 1,5 kali lebih sering jatuh sakit dibandingkan orangtua yang tidak memiliki balita.

Agar napas tak sesak “Momen kehamilan merupakan proses pendewasaan diri serta persiapan menjadi perempuan sesungguhnya. Saat saya mengandung, perubahan tubuh dan tekanan pikologis tentu saya alami. Alhamdulillah saya ikhlas dan bersyukur atas karunia yang dititipkan Tuhan. Dalam memilih CD alias celana dalam, saya selalu mempertimbangkan kenyamanan dan kelonggaran agar tidak membuat panas apalagi sesak. Saya juga sering memakai dress longgar agar nyaman beraktivitas.”. Lia Sparingga

“Bahagia sekali saat tahu saya tengah mengandung buah cinta saya dan suami. Tubuh saya yang mungil membuat tampilan saya terlihat menggemaskan dengan perut menggendut. Pakaian dalam yang sebelumnya muat, kini harus berganti dengan ukuran yang jauh lebih besar. Rutinitas kantoran yang saya jalani membuat saya lebih selektif dalam memilih pakaian dalam agar nyaman dan tidak berkeringat.” Lisa sukrisnawati (3 bulan) selektif saat memilih ukuran besar

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Seribu Kegagalan dan Seribu Kesuksesan Bag4

Kelekatan Intensif

Pengalaman Ana Avianti (34) mama dari Lashita Khumaira Nugroho (7) dan Lunetta Khumaira (3) agak berbeda. Mama yang tinggal di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur ini sempat merasa menyesal karena tak dari awal mengenalkan konsep toilet training pada anak keduanya.

“info lowongan kerja magang ke Jepang gratis untuk SMA” upstory

“Saya merasa gagal berperan sebagai seorang ibu ketika anak saya yang kedua, Luna, yang saat itu masih berusia 3 tahun belum bisa buang air besar di kloset.” Semua input dan tip dari segala sumber mengenai toilet training sudah pernah dilakukan oleh Mama Ana. Membeli berbagai macam model kloset yang bentuknya lucu-lucu dan warnawarni khusus buat balita juga sudah dilakukan.

Tapi tetap saja si kecil enggak mau. “Padahal, dari umur 2 tahun, Luna sudah enggak ngompol, jadi kalau ke mana-mana enggak pernah saya pakein diaper. Tapi setiap dia mau buang air besar, pasti Luna minta dipakein diaper. Anehnya lagi, kalau tidak dipakaikan diaper, dia enggak mau pupu (buang air besar). Luna kalau pupu (karena masih pakai diaper) posisinya berdiri dan maaf kotorannya (pupnya) pun besar-besar. Jadi, dia berdiri sambil ngeden deh.

Pernah suatu saat dia sangat merasa kesakitan, saya sampai bingung, dia kesakitan karena apa. Begitu saya bersihkan, saya lihat duburnya, ya, Allah.. ambeiennya keluar kira-kira 1 cm. Sediiih banget saya saat itu. Besoknya, saya bawa Luna ke dokter anak spesialis pencernaan. Luna dikasih obat salep biar cepet kempis ambeiennya. Dan sebelum mandi, ia harus berendam di air hangat yang dikasih garam. Alhamdulillah, 3 hari ambeiennya kempis.

Tapi gara-gara itu, Luna trauma enggak mau buang air besar. Semakin bingung dan khawatir saya. Namun, pelan-pelan saya ngomong setiap dia mau pup, kalau ia sudah bisa pup lagi dan enggak sakit sambil menemaninya dan memberi semangat terus. Alhamdulillah, sekarang ambeiennya enggak pernah keluar lagi. Sempat terbersit di hati dan pikiran saya rasa sesal, kenapa enggak dari umur 1 tahunan saya ajari dia pupu di kloset? Ah, penyesalan memang selalu datang belakangan.”

Berbagai pilihan dalam mengatasi kegalauan seorang mama saat menjalankan perannya sungguh perlu diketahui para mama. Setidaknya dengan membaca pengalaman mama lain, kita tahu kegagalan sebagai ibu yang kita rasakan adalah kegagalan “berjamaah”. Kita pun tahu menjadi seorang ibu memang sejuta rasanya, tidak mudah, penuh de ngan seribu kegagalan, namun juga sekaligus seribu kesuksesan.

Seribu Kegagalan dan Seribu Kesuksesan Bag3

“Enggak gampang lo, memutuskan untuk melakukan ‘penitip an anak’. Pagi hari saya harus ‘menghilang’ dari pandangan Fikri. Waktu hari pertama, Fikri sulit tidur di daycare karena tempat baru. Akhirnya saya datang dan menemaninya tidur di sana. Hari ke dua, mulai terasa berat karena saya harus mulai meninggalkan dia.

“ Info beasiswa kuliah di Jerman S1 S2 full gratis” upstory.org

Ketika akan berangkat, saya enggak berani menatap matanya karena enggak tega. Ah, anak sekecil itu sudah harus berangkat dari pagi dan pulang terlalu sore. Tapi saya tak punya pilihan lain. Meski terpaksa, sedih, dan merasa gagal jadi ibu, saya tetap melakukannya secara bertahap. Hari keempat saya baru bisa melihat Fikri belajar untuk berpisah dan bertemu pada waktu jam dan tempat yang sama.

Alhamdulillah, meski di daycare, Fikri memiliki kemampuan perkembangan motorik kasar atau halus lainnya sesuai dengan usia kematangan perkembangannya. Di usianya yang sangat belia itu, Fikri mengajari saya untuk belajar komitmen dan percaya kepadanya. Alhamdulillah.”

Apa Yang Salah?

Seorang ahli perkembangan psikososial bernama Erik H. Erikson menyatakan yang paling penting bagi anak di usia 0–12 bulan adalah mengalami kelekatan yang intensif dengan mama, sehingga anak memiliki rasa pengharapan yang besar pada orang dewasa yang ada di sisinya. Ini amat disadari oleh Mama Wina (35), mama dari Keiko Putranto (3).

Karena itulah ia sempat mengalami kekecewaan saat gagal melakukan Inisiasi Menyusu Dini. “Tidak pernah terlintas di pikiran, saya tidak bisa memberi ASI pada bayi saya ketika ia dilahirkan. Asli, tak pernah! Tapi kenyataannya, proses itu gagal. Ada perasaan kesal sekaligus khawatir. Apa yang salah? Ah, apakah saya sudah sepenuhnya pantas disebut sebagai ibu?

Padahal saya gagal memberi ASI pada bayi saya yang baru lahir! Untunglah, suami terus menyemangati saya untuk memberikan ASI pada bayi kami. Duh, melihat semangatnya, saya sempat malu, tapi akhirnya jadi terpacu. Tante yang mantan bidan pun saya hubungi untuk saya mintai pendapat. Syukurnya, beliau mendatangi saya di rumah sakit. Sekalian mau lihat bayinya, katanya.

Sang tante pun menawarkan diri untuk me-massage dan mengompres payudara saya guna merangsang keluarnya puting dan ASI-nya. Suami pun tak berhenti mencari informasi agar saya bisa menyusui secara langsung. Alhamdulillah, meski masih menggunakan konektor, akhirnya saya bisa menyusui bayi kami secara langsung.”