Menjadi Orangtua Kompak Bag2

Jadi memang betul musiknya bisa memengaruhi seseorang, seperti juga musik-musik lain. Yang bikin orangtua deg-degan, file musiknya dinamakan seperti nama obat-obatan yang dijual di jalanan. Ada ‘Marijuana Music’, ‘Cannabis Music’. Padahal itu cuma penamaan. Ya, namanya juga jualan, biar laku dan jadi pembicaraan. Sasarannya terutama mereka yang pegang gadget.”

Baca juga : ausbildung jerman

Pemaparan ini jelas membuat hadirin merasa lega. TENTANG GIZI Di sesi berikutnya, pakar teknologi pangan dan kulinologi, Hindah Muaris, yang juga merupakan kontributor rubrik Menu untuk Mama Hamil dan Menyusui serta Menu Anak di tabloid nakita menguji pengetahuan para hadirin tentang apa itu gizi atau nutrisi. Kebanyakan yang hadir menjawab hampir benar alias kurang tepat. “Jangan lupa nutrisi atau gizi bukan hanya vitamin, mineral, dan protein tetapi semua zat yang dibutuhkan agar sistem tubuh manusia bisa berfungsi normal, tumbuh, dan senantiasa sehat,” kata Hindah sambil membagikan buku kumpulan resepnya kepada penjawab yang paling benar.

Kelas pun ramai oleh celotehan dan tawa hadirin. Sebagian bertanya, apa yang harus dilakukan kalau anak menolak makanan bergizi. “Orangtua harus punya pengetahuan tentang macam-macam sumber makanan, jangan yang itu-itu saja. Tidak ada yang namanya superfood. Bahan makanan untuk anak dan keluarga harus beragam supaya komposisi gizinya bisa saling melengkapi.” TENTANG LGBT Topik yang tak kalah seru adalah “Pendidikan Gender untuk Anak Laki-laki dan Perempuan” yang disampaikan Yohana Elizabeth H., MBA. MPd.

Terkait dengan isu LGBT, Yohana merunutnya hingga sejak masa kehamilan. “Masa janin hingga usia 6 tahun adalah masa yang harus kita isi dengan hal-hal positif bagi anak. Ingat, masa golden age merupakan masa sensitif anak dalam hal berkomunikasi atau berbahasa. Selain itu, anak juga sedang mengalami masa sensitif sensori, motorik, dan sosial. Proses sosialisasi inilah yang berkaitan erat de ngan pembentukan orientasi LGBT. Kemampuan bersosialisasi mendorong anak untuk meniru dengan rasa ingin tahu ini atau itu.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Tolak Nyamuk, Si Pembawa Penyakit Bag2

Umumnya insect repellents untuk bayi/anak berupa minyak telon yang berfungsi juga sebagai penghangat tubuh. b. Bila pemakaiannya bersamaan dengan pelindung sinar matahari, pakai lebih dulu pelindung matahari tersebut, baru kemudian repellent. c. Selalu ikuti petunjuk yang ada pada krim pelindung matahari dan repellent. Q Bila cuaca memungkinkan, pakaikan buah hati baju lengan panjang dan celana panjang.

Gunakan penyejuk udara atau tirai penutup jendela dan atau pintu untuk mencegah masuknya nyamuk. Bila tidak memungkinkan, biarkan anak tidur dengan memakai kelambu. Q Kurangi sumber nyamuk di dalam dan luar ruangan, misal, tempat-tempat bersarangnya nyamuk (pakaian menggantung, pot, kolam, dan sampah).

Tolak Nyamuk, Si Pembawa Penyakit

Setiap tahun, nyamuk penular penyakit masih dengan leluasa menyebarkan virus dan parasit, dari malaria, demam berdarah dengue, chikungunya, fi lariasis atau kaki gajah, hingga yang beberapa waktu lalu menghebohkan dunia, virus zika. Yang menarik, lain nyamuk, lain juga penyakit yang dibawanya. Nah, berikut sekelumit ulasan menarik tentang beberapa penyakit yang disebarkan nyamuk: Demam Berdarah: Ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue.

Baca juga : kerja di Jerman

Penyakit demam berdarah mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan sistem pembekuan darah yang sangat mengancam jiwa. Malaria: Ditularkan melalui nyamuk Anopheles betina. Sekitar 10 hari setelah terjadinya gigitan, virus penyebab malaria masuk ke dalam aliran darah, lalu berkembang biak dan mengganti semua hemoglobin di dalam sel darah merah. Chikungunya: Nyamuk pembawa penyakit ini dari jenis Aedes aegypti, Aedes africanus, dan nyamuk Mansonia.

Gejala chikungunya, selain demam tinggi, muntah, menggigil, sakit kepala dan sakit perut adalah rasa linu di persendian tangan dan kaki serta pergelangan lutut. Filariasis: Dikenal juga sebagai kaki gajah. Penyakit yang menular ini disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk, seperti Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes, dan Armigeres. Kaki gajah bersifat menahun dan bila tidak mendapat pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap. Zika: Virus zika menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes. Virus ini selalu dihubungan dengan ibu hamil dan kejadian mikrosefalus pada bayi yang dilahirkan.

Mikrosefalus adalah kondisi medis dimana lingkar kepala bayi (anak) lebih kecil dari ukuran normal. TIP PENCEGAHAN Sama dengan masalah kesehatan lain, prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati, tentu yang paling baik. Nah, pencegahan paling efektif agar buah hati tidak terkena penyakit-penyakit di atas adalah dengan cara jangan sampai digigit nyamuk. Bagaimana caranya? Q Gunakan pencegah gigitan serangga (insect repellents). a. Produk yang mengandung bahan alami Minyak Sereh (Citronella Oil) yang aman untuk bayi, dapat mengusir dan mencegah nyamuk mendekati buah hati.

Sumber : https://maxfieldreview.com/

Pendiri V8 Futsal Academy Bag3

Saya kenal pelatih-pelatih klub futsal yang berlaga di liga futsal,” kata Veve. Nah, pemain berbakat itu pun kemudian dikirim ke klub futsal profesional, diminta untuk diseleksi. “Jika mereka lulus bisa masuk ke klub futsal yang profesional,” jelas Veve. Salah satu anak didiknya yang sudah bermain di liga futsal nasional, yaitu Ilham yang juga juara Indonesian Idol.

Baca juga : Kerja di Jerman

Keluarga besar lebih rentan infeksi Berapa jumlah anak yang Mama Papa miliki? Ternyata, ini berpengaruh terhadap risiko penyebaran infeksi virus di dalam keluarga, seperti fl u ataupun infeksi pernapasan lainnya. Studi yang dimuat di jurnal Clinical Infectious Diseases ini menyebutkan, semakin banyak jumlah anak di dalam rumah akan memperpanjang masa penyebaran virus. “Sebagai ilustrasi, keluarga yang tidak memiliki anak, rata-rata terinfeksi virus selama 3–4 minggu dalam setahun.

Pada keluarga beranak satu, infeksi virus berlangsung 18 minggu per tahun, sementara pada keluarga dengan 6 anak, infeksi virus bisa 45 minggu atau bisa dibilang sepanjang tahun,” kata Dr. Carrie Byington, Profesor di bidang Kedokteran Anak dan salah satu direktur Utah Center for Clinical and Translational Science di University of Utah. Adanya anak berusia di bawah 5 tahun juga turut berpengaruh terhadap lamanya infeksi virus dalam keluarga. Menurut riset ini, orangtua dengan anak balita cenderung 1,5 kali lebih sering jatuh sakit dibandingkan orangtua yang tidak memiliki balita.

Agar napas tak sesak “Momen kehamilan merupakan proses pendewasaan diri serta persiapan menjadi perempuan sesungguhnya. Saat saya mengandung, perubahan tubuh dan tekanan pikologis tentu saya alami. Alhamdulillah saya ikhlas dan bersyukur atas karunia yang dititipkan Tuhan. Dalam memilih CD alias celana dalam, saya selalu mempertimbangkan kenyamanan dan kelonggaran agar tidak membuat panas apalagi sesak. Saya juga sering memakai dress longgar agar nyaman beraktivitas.”. Lia Sparingga

“Bahagia sekali saat tahu saya tengah mengandung buah cinta saya dan suami. Tubuh saya yang mungil membuat tampilan saya terlihat menggemaskan dengan perut menggendut. Pakaian dalam yang sebelumnya muat, kini harus berganti dengan ukuran yang jauh lebih besar. Rutinitas kantoran yang saya jalani membuat saya lebih selektif dalam memilih pakaian dalam agar nyaman dan tidak berkeringat.” Lisa sukrisnawati (3 bulan) selektif saat memilih ukuran besar

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Seribu Kegagalan dan Seribu Kesuksesan Bag4

Kelekatan Intensif

Pengalaman Ana Avianti (34) mama dari Lashita Khumaira Nugroho (7) dan Lunetta Khumaira (3) agak berbeda. Mama yang tinggal di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur ini sempat merasa menyesal karena tak dari awal mengenalkan konsep toilet training pada anak keduanya.

“info lowongan kerja magang ke Jepang gratis untuk SMA” upstory

“Saya merasa gagal berperan sebagai seorang ibu ketika anak saya yang kedua, Luna, yang saat itu masih berusia 3 tahun belum bisa buang air besar di kloset.” Semua input dan tip dari segala sumber mengenai toilet training sudah pernah dilakukan oleh Mama Ana. Membeli berbagai macam model kloset yang bentuknya lucu-lucu dan warnawarni khusus buat balita juga sudah dilakukan.

Tapi tetap saja si kecil enggak mau. “Padahal, dari umur 2 tahun, Luna sudah enggak ngompol, jadi kalau ke mana-mana enggak pernah saya pakein diaper. Tapi setiap dia mau buang air besar, pasti Luna minta dipakein diaper. Anehnya lagi, kalau tidak dipakaikan diaper, dia enggak mau pupu (buang air besar). Luna kalau pupu (karena masih pakai diaper) posisinya berdiri dan maaf kotorannya (pupnya) pun besar-besar. Jadi, dia berdiri sambil ngeden deh.

Pernah suatu saat dia sangat merasa kesakitan, saya sampai bingung, dia kesakitan karena apa. Begitu saya bersihkan, saya lihat duburnya, ya, Allah.. ambeiennya keluar kira-kira 1 cm. Sediiih banget saya saat itu. Besoknya, saya bawa Luna ke dokter anak spesialis pencernaan. Luna dikasih obat salep biar cepet kempis ambeiennya. Dan sebelum mandi, ia harus berendam di air hangat yang dikasih garam. Alhamdulillah, 3 hari ambeiennya kempis.

Tapi gara-gara itu, Luna trauma enggak mau buang air besar. Semakin bingung dan khawatir saya. Namun, pelan-pelan saya ngomong setiap dia mau pup, kalau ia sudah bisa pup lagi dan enggak sakit sambil menemaninya dan memberi semangat terus. Alhamdulillah, sekarang ambeiennya enggak pernah keluar lagi. Sempat terbersit di hati dan pikiran saya rasa sesal, kenapa enggak dari umur 1 tahunan saya ajari dia pupu di kloset? Ah, penyesalan memang selalu datang belakangan.”

Berbagai pilihan dalam mengatasi kegalauan seorang mama saat menjalankan perannya sungguh perlu diketahui para mama. Setidaknya dengan membaca pengalaman mama lain, kita tahu kegagalan sebagai ibu yang kita rasakan adalah kegagalan “berjamaah”. Kita pun tahu menjadi seorang ibu memang sejuta rasanya, tidak mudah, penuh de ngan seribu kegagalan, namun juga sekaligus seribu kesuksesan.

Seribu Kegagalan dan Seribu Kesuksesan Bag3

“Enggak gampang lo, memutuskan untuk melakukan ‘penitip an anak’. Pagi hari saya harus ‘menghilang’ dari pandangan Fikri. Waktu hari pertama, Fikri sulit tidur di daycare karena tempat baru. Akhirnya saya datang dan menemaninya tidur di sana. Hari ke dua, mulai terasa berat karena saya harus mulai meninggalkan dia.

“ Info beasiswa kuliah di Jerman S1 S2 full gratis” upstory.org

Ketika akan berangkat, saya enggak berani menatap matanya karena enggak tega. Ah, anak sekecil itu sudah harus berangkat dari pagi dan pulang terlalu sore. Tapi saya tak punya pilihan lain. Meski terpaksa, sedih, dan merasa gagal jadi ibu, saya tetap melakukannya secara bertahap. Hari keempat saya baru bisa melihat Fikri belajar untuk berpisah dan bertemu pada waktu jam dan tempat yang sama.

Alhamdulillah, meski di daycare, Fikri memiliki kemampuan perkembangan motorik kasar atau halus lainnya sesuai dengan usia kematangan perkembangannya. Di usianya yang sangat belia itu, Fikri mengajari saya untuk belajar komitmen dan percaya kepadanya. Alhamdulillah.”

Apa Yang Salah?

Seorang ahli perkembangan psikososial bernama Erik H. Erikson menyatakan yang paling penting bagi anak di usia 0–12 bulan adalah mengalami kelekatan yang intensif dengan mama, sehingga anak memiliki rasa pengharapan yang besar pada orang dewasa yang ada di sisinya. Ini amat disadari oleh Mama Wina (35), mama dari Keiko Putranto (3).

Karena itulah ia sempat mengalami kekecewaan saat gagal melakukan Inisiasi Menyusu Dini. “Tidak pernah terlintas di pikiran, saya tidak bisa memberi ASI pada bayi saya ketika ia dilahirkan. Asli, tak pernah! Tapi kenyataannya, proses itu gagal. Ada perasaan kesal sekaligus khawatir. Apa yang salah? Ah, apakah saya sudah sepenuhnya pantas disebut sebagai ibu?

Padahal saya gagal memberi ASI pada bayi saya yang baru lahir! Untunglah, suami terus menyemangati saya untuk memberikan ASI pada bayi kami. Duh, melihat semangatnya, saya sempat malu, tapi akhirnya jadi terpacu. Tante yang mantan bidan pun saya hubungi untuk saya mintai pendapat. Syukurnya, beliau mendatangi saya di rumah sakit. Sekalian mau lihat bayinya, katanya.

Sang tante pun menawarkan diri untuk me-massage dan mengompres payudara saya guna merangsang keluarnya puting dan ASI-nya. Suami pun tak berhenti mencari informasi agar saya bisa menyusui secara langsung. Alhamdulillah, meski masih menggunakan konektor, akhirnya saya bisa menyusui bayi kami secara langsung.”

Sarapan Bergizi, Mual Pun Pergi

Sarapan sering kali sulit dilakukan karena munculnya rasa mual, tak berselera makan, bahkan muntah di pagi hari. Nah, bagaimana menyiasatinya? Wajar memang bila di trimes- ter pertama, mamil mengalami morning sickness yang membuat Mama enggan sarapan. Tetapi, sebaiknya morning sickness jangan sampai membuat Mama menghindari sarapan, ya.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Pasalnya, sarapan memiliki banyak manfaat, baik bagi mamil maupun janin. Bisa dibilang, sarapan adalah waktu makan yang sangat penting karena dapat mengontrol pola makan sepanjang hari. Selain itu, sarapan juga memiliki segudang manfaat lainnya, Ma. Ketika bangun pagi, kadar gula darah berada pada titik yang rendah, karena sistem pencernaan tubuh berhenti bekerja sepanjang malam. Sementara, gula darah adalah bahan bakar bagi otak dan pusat sistem saraf.

Nah, sarapan sehat di pagi hari akan memberikan “suntikan” energi untuk memulai hari dan membantu mengembalikan level gula darah ke batas normal, sehingga otak dapat berfungsi dengan lebih baik dalam bekerja. Kadar gula rendah bisa membuat Mama merasa lesu, mengantuk, kesulitan mengingat informasi, merasa gelisah dan mudah marah, hingga kurang konsentrasi, lo, Ma.

Apalagi untuk mamil yang kerap meng alami mood swing, melewatkan sarapan malah akan membuat mood mamil semakin buruk. Manfaat lainnya, seseorang yang rutin sarapan memiliki kemungkinan lebih kecil (30%) terhindar dari obesitas ketimbang yang tak pernah sarapan. Ini merupakan hasil riset yang dilakukan Dr. Mark Pereira bersama timnya dari Harvard Medical School, Amerika Serikat (AS), pada sekitar 2.500 penduduk AS.

Kemungkinan terkena diabetes dan serangan jantung, juga lebih kecil pada orang yang rutin sarapan. Bila mamil melewatkan sarapan, maka jeda makannya akan menjadi panjang, yaitu dari jam makan malam terakhir hingga jam makan siang. Nah, jeda makan yang panjang selama kehamilan, semisal lebih dari 12 jam, dapat memiliki efek langsung dan jangka panjang pada janin yang sedang berkembang. Mengapa? Karena janin bergantung pada nutrisi yang diperoleh melalui makanan mamil untuk tumbuh kembangnya.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Tentukan Posisi Bersalin Sekarang

Posisi telentang atau setengah duduk umumnya digunakan saat proses melahirkan. Tetapi, ada juga, lo, posisi lainnya yang mungkin saja membuat Mama lebih nyaman menjalani persalinan. Pada banyak rumah sakit di negara berkembang, umumnya mamil memang melahirkan dengan posisi telentang disebut juga posisi litotomis dan posisi setengah duduk.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Namun, selain kedua posisi tersebut, ada pula posisi lainnya, Ma, semisal, posisi Mongkok, miring, atau posisi bertumpu pada empat tumpuan (kedua lutut kaki dan kedua tangan, seperti merangkak). Salah satu hasil survei Childbirth Connection organisasi nirlaba di Amerika Serikat yang bekerja untuk meningkatkan kualitas perawatan bersalin melalui penelitian, pendidikan, advokasi, dan kebijakan melaporkan, pada 2005-2006, sebanyak 57% mamil di Amerika Serikat (AS) melahirkan dengan posisi litotomi dan 35% melahirkan dalam posisi setengah duduk. Dengan kata lain, 92% mamil di AS memilih antara posisi semi-berbaring atau berbaring dan setengah duduk saat melahirkan. Indonesia hampir mirip dengan di AS.

Posisi litotomi juga kerap digunakan saat proses persalinan. Selain itu, Badan PPSDM Kesehatan Departemen Kesehatan RI di situs resminya mengungkapkan, lebih dari 50% mamil di Indonesia melahirkan dengan posisi setengah duduk. Sisanya, kurang dari 40% memilih posisi miring dan kurang dari 10% melahirkan dalam posisi Mongkok. MEMUDAHKAN PENOLONG PERSALINAN Meski sering digunakan dalam proses persalinan, ternyata posisi litotomi tidak memiliki latar belakang studi ilmiah, lo, Ma.

Terbukti, dalam laporan penelitian Lauren Dundes, MHS, yang berjudul “The Evolution of Maternal Birthing Position), dijelaskan bahwa posisi melahirkan sambil berbaring dan mengangkat kaki (litotomi) tidak memiliki latar belakang studi ilmiah. Laporan yang dipublikasikan dalam American Journal oI Public Health 1987 ini mengungkapkan, posisi tersebut semata-mata dilakukan demi memudahkan penolong persalinan untuk memeriksa vagina dan menangani persalinan. Pantas saja, ya, Ma, ketika akan melahirkan, penolong persalinan, seperti dokter dan bidan, akan meminta mamil untuk berbaring atau setengah duduk. Tak lain karena karena posisi tersebut memudahkan dokter/bidan dalam memeriksa kondisi bukaan jalan lahir, seberapa jauh penurunan kepala janin, dan sebagainya.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Mual? Nyetir Saja!

Sejauh tidak ada larangan dari dokter, menyetir mobil sendiri dapat menjadi solusi mujarab untuk mamil yang sering mual dan ingin muntah setiap kali berkendara. Gangguan ini bisa dibilang mirip dengan mabuk perjalanan dan kalau dipikir-pikir tidak pernah ada pengemudi yang mabuk perjalanan saat menyetir. Begitu juga dengan nahkoda di atas perahu. Namun, jika Mama merasa badan tidak fit dan tidak bisa berkonsentrasi selama menyetir, sebaiknya jangan menyetir.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Konsumsi Alkohol Pengaruhi Otak Janin

Studi yang dimuat di jurnal PLOS ONE mengungkap fakta terbaru tentang konsumsi alkohol pada 3-4 minggu pertama kehamilan terhadap kondisi janin. Menurut studi yang dipimpin oleh Dr. Nina Kaminen-Ahola dari University of Helsinki, Finlandia, paparan alkohol pada masa-masa awal terbentuknya Manin bisa menimbulkan perubahan seumur hidup pada regulasi genetik dalam stem cell, yang tak lain adalah sel-sel awal yang muncul dari embrio. Perubahan ini bisa membawa pengaruh besar terhadap struktur otak janin. Itulah sebabnya kehamilan sebaiknya direncanakan, karena banyak mamil yang belum menyadari kehamilannya hingga memasuki minggu ke-6.

Cairan Kecokelatan Pertanda Mau Melahirkan

Pengaruh hormon selama kehamilan membuat cairan yang keluar dari vagina cenderung lebih kental dan Zarnanya lebih keruh. Banyak mamil panik jika mendapati cairan kecokelatan keluar dari Yagina, karena Zarnanya mirip dengan bercak darah. Sebenarnya, cairan kecokelatan ini masih termasuk aman. Namun, jika keluarnya pada mingguminggu terakhir kehamilan, bisa Madi merupakan sinyal bahZa mamil akan segera bersalin. Cairan kecokelatan atau agak pink pada akhir kehamilan biasanya keluar menyusul terlepasnya sumbat mukus, yaitu kumpulan lendir serviks yang menutupi jalan lahir. Saatnya bersiap menyambut kelahiran bayi Mama!

Menenteramkan Hati

“Saat dua garis merah muncul pada test pack, secercah harapan muncul. Seiring berjalannya waktu, mual, muntah, dan mood yang tak menentu aku lalui dengan suka cita. Ketika kontrol bulanan, detak jantung janinku terdengar begitu menenteramkan hati. Aku bisa mendengar detak jantungnya, merasakan tendangan halus dari kakinya, melihat gerakannya. Alhamdulillah, Nak, sehat terus di dalam sana. Bunda sayang kamu sepanjang hidup Bunda.” Kurnia fajri haniah, 9 bulan

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Dilanda Rasa Gerahnya

Walau tak semua merasakannya, sebagian mamil kerap didera rasa gerah berlebih. Tubuh jadi mudah berkeringat dan pakaian pun gampang basah. Wajarkah ini? Setelah di trimester pertama, beragam ke luhan, semisal morining sickness atau mual-muntah, datang meng hampiri dan berangsur mereda. Selanjutnya memasuki trimester kedua lain lagi keluhan yang dialami mamil.

“ Rekomendasi tempat kursus bahasa Jerman di Jakarta terbaik “ ~ sat-jakarta.com ~

Salah satunya, mamil gampang kegerahan, membuat ram but dan pakaian lebih cepat lepek, bahkan adakalanya bau badan jadi tak sedap. Tak heran bila perubahan tersebut menimbulkan kecemasan pada mamil, meski sebetulnya selama kondisi tersebut tak mengganggu aktivitas Mama, kegiatan sehari-hari masih bisa Mama lakukan, maka perubahan fisik dan hormonal selama kehamilan terbilang wajar. Berkeringat merupakan reaksi alami tubuh untuk “mendinginkan” suhu yang meningkat dan memberikan sensasi dingin pada kulit de ngan cara mengeluarkan keringat.

Dengan kata lain, peningkatan suhu pada tubuhlah yang akhirnya memicu keringat untuk keluar, sehingga suhu tubuh bisa tetap berada dalam kondisi normal. Nah, saat hamil, khususnya memasuki trimester kedua dan berlanjut hingga trimester ketiga, suhu tubuh menjadi lebih mudah meningkat karena beberapa sebab.

Maka itu, keringat jadi mudah keluar walau Mama tak melakukan sebuah aktivitas berat. Bahkan, sebagian mamil masih merasa gerah walau ruangan sudah menggunakan penyejuk. Produksi keringat biasanya semakin banyak ketika Mama memasuki trimester ketiga hingga menjelang persalinan. Penyebabnya karena saat ini produksi hormon sedang dalam masa puncak. Namun, kondisi ini akan mereda seiring dengan jumlah hormon yang kembali normal, yaitu sekitar 1-2 bulan setelah persalinan.

Walau terbilang wajar, bukan berarti kita terpaksa menyerah dengan keadaan. Pasalnya, bila dibiarkan, keringat yang bercucuran jelas akan menimbulkan rasa tak nyaman, menimbulkan aroma tak sedap, membuat emosi lebih mudah naik karena panas, hingga memicu dehidrasi saking banyaknya cairan tubuh yang keluar. Untuk itu, ada beberapa upaya yang dapat Mama lakukan guna mengatasi kon disi keringat berlebih. Selain juga, kita perlu tahu apa saja, sih, sebetulnya yang membuat keringat jadi berlebih ini.