Hindari Kolesterol Pada Anak

Kalau si buah hati bertubuh gemuk, coba cek kolesterolnya. Dibanding anak dengan berat badan ideal, kadar kolesterol anak gemuk cenderung lebih tinggi. Hal ini tentu saja tak boleh dibiarkan Seorang Mama, iseng- iseng memeriksakan kadar kolesterol anaknya yang berusia 8 tahun. Ia terdorong melakukannya karena si anak sulit sekali makan sayur dan buah. Ia lebih senang makan junk food atau makanan yang kadar gula atau lemaknya sangat tinggi.

Tak dinyana, kadar kolesterol nya di atas batas normal, yakni 220 mg/dL. Sesungguhnya, kolesterol adalah lemak yang disirkulasikan di dalam darah. Ada dua jenis kolesterol: HDL (High-Density Lipoprotein) disebut juga kolesterol baik dan LDL (Low Density Lipoprotein) sering disebut kolesterol jahat. Kedua jenis kolesterol ini sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh, melindungi saraf, membangun jaringan sel, serta memproduksi beberapa jenis hormon tertentu.

Baca Juga : Kursus SAT Jakarta

Namun jika kadar LDL terlalu tinggi, kehadirannya dapat menyumbat pembuluh darah. Penyumbatan ini dapat berlangsung sejak anak masih kecil sampai dewasa. Kadar LDL yang terlalu tinggi disebut hiperkolesterolemia. Berbagai risiko penyakit muncul mengikuti kondisi tersebut, antara lain penyakit gangguan pembuluh darah, penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi. Sebaliknya, jika kadar kolesterol HDL tinggi, ini yang diharapkan karena salah satu fungsinya adalah melarutkan kolesterol jahat (LDL). BATAS TINGGI & DIET Pada anak, kadar kolesterol total dalam darah (HDL dan HDL) yang diperbolehkan adalah sekitar 170 mg/dL dengan kadar LDL kurang dari 110 mg/dL. Kadar kolesterol total pada anak memiliki batas tinggi yaitu, 170—199 mg/dL. Sedangkan untuk LDL anak, batas tingginya adalah 110—129 mg/dL.

Jadi, seorang anak akan didiagnosis mengalami hiperkolesterolemia jika total kolesterol dalam darahnya mencapai 200 mg/dL (total), atau kadar LDL-nya mencapai 130 mg/dL. Akademi Ilmu Kesehatan Anak Amerika (American Academy of Pediatrics) serta Program Nasional Pendidikan Kolesterol (National Cholesterol Education Program) di Amerika menganjurkan orangtua agar mengurangi konsumsi lemak yang sarat kolesterol pada anak sejak usianya dua tahun. Kenapa di atas usia 2 tahun? Sebab di bawah 2 tahun, meski berat badan anak sudah berlebih, ia tidak boleh berdiet rendah lemak. Para ahli gizi sepakat, anak harus memenuhi 50% kalori hariannya dari lemak dan 50% sisanya dari karbohidrat, protein, serta zat gizi lain.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.