Tip mempersiapkan & menjaga kehamilan

Kehamilan merupakan momen penting dalam perjalanan hidup seorang perempuan. Kehamilan juga menjadi langkah awal untuk memiliki si buah hati, tujuan utama sebuah perkawinan. Dengan hadirnya anak, berarti kita mempunyai keturunan yang akan meneruskan perjalanan panjang sejarah umat manusia. Namun, dalam proses kehamilan dan persalinan, tak jarang terjadi keguguran, bayi lahir dalam kondisi cacat, bahkan kematian ibu. Jangan khawatir, Mama, semua itu bisa dikurangi– bahkan dihindari–jika ada persiapan dan perawatan sejak masa prakehamilan hingga pascapersalinan.

Ketidaktahuan kita sering kali membawa bencana besar dan penyesalan berkepanjangan yang seharusnya tak terjadi. Buku ini menghadirkan 99 tip penting dengan bahasa ringan yang bisa membantu Mama Papa mempersiapkan dan menjaga kehamilan, serta apa yang harus dilakukan menjelang dan pascapersalinan.

Pendiri V8 Futsal Academy Bag3

Saya kenal pelatih-pelatih klub futsal yang berlaga di liga futsal,” kata Veve. Nah, pemain berbakat itu pun kemudian dikirim ke klub futsal profesional, diminta untuk diseleksi. “Jika mereka lulus bisa masuk ke klub futsal yang profesional,” jelas Veve. Salah satu anak didiknya yang sudah bermain di liga futsal nasional, yaitu Ilham yang juga juara Indonesian Idol.

Baca juga : Kerja di Jerman

Keluarga besar lebih rentan infeksi Berapa jumlah anak yang Mama Papa miliki? Ternyata, ini berpengaruh terhadap risiko penyebaran infeksi virus di dalam keluarga, seperti fl u ataupun infeksi pernapasan lainnya. Studi yang dimuat di jurnal Clinical Infectious Diseases ini menyebutkan, semakin banyak jumlah anak di dalam rumah akan memperpanjang masa penyebaran virus. “Sebagai ilustrasi, keluarga yang tidak memiliki anak, rata-rata terinfeksi virus selama 3–4 minggu dalam setahun.

Pada keluarga beranak satu, infeksi virus berlangsung 18 minggu per tahun, sementara pada keluarga dengan 6 anak, infeksi virus bisa 45 minggu atau bisa dibilang sepanjang tahun,” kata Dr. Carrie Byington, Profesor di bidang Kedokteran Anak dan salah satu direktur Utah Center for Clinical and Translational Science di University of Utah. Adanya anak berusia di bawah 5 tahun juga turut berpengaruh terhadap lamanya infeksi virus dalam keluarga. Menurut riset ini, orangtua dengan anak balita cenderung 1,5 kali lebih sering jatuh sakit dibandingkan orangtua yang tidak memiliki balita.

Agar napas tak sesak “Momen kehamilan merupakan proses pendewasaan diri serta persiapan menjadi perempuan sesungguhnya. Saat saya mengandung, perubahan tubuh dan tekanan pikologis tentu saya alami. Alhamdulillah saya ikhlas dan bersyukur atas karunia yang dititipkan Tuhan. Dalam memilih CD alias celana dalam, saya selalu mempertimbangkan kenyamanan dan kelonggaran agar tidak membuat panas apalagi sesak. Saya juga sering memakai dress longgar agar nyaman beraktivitas.”. Lia Sparingga

“Bahagia sekali saat tahu saya tengah mengandung buah cinta saya dan suami. Tubuh saya yang mungil membuat tampilan saya terlihat menggemaskan dengan perut menggendut. Pakaian dalam yang sebelumnya muat, kini harus berganti dengan ukuran yang jauh lebih besar. Rutinitas kantoran yang saya jalani membuat saya lebih selektif dalam memilih pakaian dalam agar nyaman dan tidak berkeringat.” Lisa sukrisnawati (3 bulan) selektif saat memilih ukuran besar

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Seribu Kegagalan dan Seribu Kesuksesan Bag4

Kelekatan Intensif

Pengalaman Ana Avianti (34) mama dari Lashita Khumaira Nugroho (7) dan Lunetta Khumaira (3) agak berbeda. Mama yang tinggal di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur ini sempat merasa menyesal karena tak dari awal mengenalkan konsep toilet training pada anak keduanya.

“info lowongan kerja magang ke Jepang gratis untuk SMA” upstory

“Saya merasa gagal berperan sebagai seorang ibu ketika anak saya yang kedua, Luna, yang saat itu masih berusia 3 tahun belum bisa buang air besar di kloset.” Semua input dan tip dari segala sumber mengenai toilet training sudah pernah dilakukan oleh Mama Ana. Membeli berbagai macam model kloset yang bentuknya lucu-lucu dan warnawarni khusus buat balita juga sudah dilakukan.

Tapi tetap saja si kecil enggak mau. “Padahal, dari umur 2 tahun, Luna sudah enggak ngompol, jadi kalau ke mana-mana enggak pernah saya pakein diaper. Tapi setiap dia mau buang air besar, pasti Luna minta dipakein diaper. Anehnya lagi, kalau tidak dipakaikan diaper, dia enggak mau pupu (buang air besar). Luna kalau pupu (karena masih pakai diaper) posisinya berdiri dan maaf kotorannya (pupnya) pun besar-besar. Jadi, dia berdiri sambil ngeden deh.

Pernah suatu saat dia sangat merasa kesakitan, saya sampai bingung, dia kesakitan karena apa. Begitu saya bersihkan, saya lihat duburnya, ya, Allah.. ambeiennya keluar kira-kira 1 cm. Sediiih banget saya saat itu. Besoknya, saya bawa Luna ke dokter anak spesialis pencernaan. Luna dikasih obat salep biar cepet kempis ambeiennya. Dan sebelum mandi, ia harus berendam di air hangat yang dikasih garam. Alhamdulillah, 3 hari ambeiennya kempis.

Tapi gara-gara itu, Luna trauma enggak mau buang air besar. Semakin bingung dan khawatir saya. Namun, pelan-pelan saya ngomong setiap dia mau pup, kalau ia sudah bisa pup lagi dan enggak sakit sambil menemaninya dan memberi semangat terus. Alhamdulillah, sekarang ambeiennya enggak pernah keluar lagi. Sempat terbersit di hati dan pikiran saya rasa sesal, kenapa enggak dari umur 1 tahunan saya ajari dia pupu di kloset? Ah, penyesalan memang selalu datang belakangan.”

Berbagai pilihan dalam mengatasi kegalauan seorang mama saat menjalankan perannya sungguh perlu diketahui para mama. Setidaknya dengan membaca pengalaman mama lain, kita tahu kegagalan sebagai ibu yang kita rasakan adalah kegagalan “berjamaah”. Kita pun tahu menjadi seorang ibu memang sejuta rasanya, tidak mudah, penuh de ngan seribu kegagalan, namun juga sekaligus seribu kesuksesan.

Seribu Kegagalan dan Seribu Kesuksesan Bag3

“Enggak gampang lo, memutuskan untuk melakukan ‘penitip an anak’. Pagi hari saya harus ‘menghilang’ dari pandangan Fikri. Waktu hari pertama, Fikri sulit tidur di daycare karena tempat baru. Akhirnya saya datang dan menemaninya tidur di sana. Hari ke dua, mulai terasa berat karena saya harus mulai meninggalkan dia.

“ Info beasiswa kuliah di Jerman S1 S2 full gratis” upstory.org

Ketika akan berangkat, saya enggak berani menatap matanya karena enggak tega. Ah, anak sekecil itu sudah harus berangkat dari pagi dan pulang terlalu sore. Tapi saya tak punya pilihan lain. Meski terpaksa, sedih, dan merasa gagal jadi ibu, saya tetap melakukannya secara bertahap. Hari keempat saya baru bisa melihat Fikri belajar untuk berpisah dan bertemu pada waktu jam dan tempat yang sama.

Alhamdulillah, meski di daycare, Fikri memiliki kemampuan perkembangan motorik kasar atau halus lainnya sesuai dengan usia kematangan perkembangannya. Di usianya yang sangat belia itu, Fikri mengajari saya untuk belajar komitmen dan percaya kepadanya. Alhamdulillah.”

Apa Yang Salah?

Seorang ahli perkembangan psikososial bernama Erik H. Erikson menyatakan yang paling penting bagi anak di usia 0–12 bulan adalah mengalami kelekatan yang intensif dengan mama, sehingga anak memiliki rasa pengharapan yang besar pada orang dewasa yang ada di sisinya. Ini amat disadari oleh Mama Wina (35), mama dari Keiko Putranto (3).

Karena itulah ia sempat mengalami kekecewaan saat gagal melakukan Inisiasi Menyusu Dini. “Tidak pernah terlintas di pikiran, saya tidak bisa memberi ASI pada bayi saya ketika ia dilahirkan. Asli, tak pernah! Tapi kenyataannya, proses itu gagal. Ada perasaan kesal sekaligus khawatir. Apa yang salah? Ah, apakah saya sudah sepenuhnya pantas disebut sebagai ibu?

Padahal saya gagal memberi ASI pada bayi saya yang baru lahir! Untunglah, suami terus menyemangati saya untuk memberikan ASI pada bayi kami. Duh, melihat semangatnya, saya sempat malu, tapi akhirnya jadi terpacu. Tante yang mantan bidan pun saya hubungi untuk saya mintai pendapat. Syukurnya, beliau mendatangi saya di rumah sakit. Sekalian mau lihat bayinya, katanya.

Sang tante pun menawarkan diri untuk me-massage dan mengompres payudara saya guna merangsang keluarnya puting dan ASI-nya. Suami pun tak berhenti mencari informasi agar saya bisa menyusui secara langsung. Alhamdulillah, meski masih menggunakan konektor, akhirnya saya bisa menyusui bayi kami secara langsung.”