Dilanda Rasa Gerahnya

Walau tak semua merasakannya, sebagian mamil kerap didera rasa gerah berlebih. Tubuh jadi mudah berkeringat dan pakaian pun gampang basah. Wajarkah ini? Setelah di trimester pertama, beragam ke luhan, semisal morining sickness atau mual-muntah, datang meng hampiri dan berangsur mereda. Selanjutnya memasuki trimester kedua lain lagi keluhan yang dialami mamil.

“ Rekomendasi tempat kursus bahasa Jerman di Jakarta terbaik “ ~ sat-jakarta.com ~

Salah satunya, mamil gampang kegerahan, membuat ram but dan pakaian lebih cepat lepek, bahkan adakalanya bau badan jadi tak sedap. Tak heran bila perubahan tersebut menimbulkan kecemasan pada mamil, meski sebetulnya selama kondisi tersebut tak mengganggu aktivitas Mama, kegiatan sehari-hari masih bisa Mama lakukan, maka perubahan fisik dan hormonal selama kehamilan terbilang wajar. Berkeringat merupakan reaksi alami tubuh untuk “mendinginkan” suhu yang meningkat dan memberikan sensasi dingin pada kulit de ngan cara mengeluarkan keringat.

Dengan kata lain, peningkatan suhu pada tubuhlah yang akhirnya memicu keringat untuk keluar, sehingga suhu tubuh bisa tetap berada dalam kondisi normal. Nah, saat hamil, khususnya memasuki trimester kedua dan berlanjut hingga trimester ketiga, suhu tubuh menjadi lebih mudah meningkat karena beberapa sebab.

Maka itu, keringat jadi mudah keluar walau Mama tak melakukan sebuah aktivitas berat. Bahkan, sebagian mamil masih merasa gerah walau ruangan sudah menggunakan penyejuk. Produksi keringat biasanya semakin banyak ketika Mama memasuki trimester ketiga hingga menjelang persalinan. Penyebabnya karena saat ini produksi hormon sedang dalam masa puncak. Namun, kondisi ini akan mereda seiring dengan jumlah hormon yang kembali normal, yaitu sekitar 1-2 bulan setelah persalinan.

Walau terbilang wajar, bukan berarti kita terpaksa menyerah dengan keadaan. Pasalnya, bila dibiarkan, keringat yang bercucuran jelas akan menimbulkan rasa tak nyaman, menimbulkan aroma tak sedap, membuat emosi lebih mudah naik karena panas, hingga memicu dehidrasi saking banyaknya cairan tubuh yang keluar. Untuk itu, ada beberapa upaya yang dapat Mama lakukan guna mengatasi kon disi keringat berlebih. Selain juga, kita perlu tahu apa saja, sih, sebetulnya yang membuat keringat jadi berlebih ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *