Mendadak Pancasila Bagian 2

Badan yang didukung dana besar dan struktur organisasi berjurai-jurai ini menggelar berbagai indoktrinasi dalam bentuk santiaji dan penataran—yang justru berakhir dengan bangkrutnya rezim itu, pada 1998. Jika persoalannya semata-mata menanggulangi tindakan intoleransi yang memang meningkat akhir-akhir ini, langkah paling ampuh adalah penegakan hukum. Tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok-kelompok yang mengatasnamakan masyarakat dan agama itu bisa meningkat frekuensi dan kadarnya justru karena tidak dihadang penindakan hukum.

Bahkan, di beberapa wilayah kepolisian, para aparat penegak hukum ikut ”mensosialisasi” fatwa Majelis Utama Indonesia yang tidak berkekuatan hukum positif itu. Mereka sudah ditegur atasannya—langkah yang sungguh terpuji. Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian bahkan telah menginstruksikan anggotanya menangkap anggota organisasi kemasyarakatan yang melakukan ”penyisiran” di tempat publik sehubungan dengan larangan penggunaan atribut Natal. Jenderal Tito menegaskan, fatwa Majelis Ulama Indonesia bukan hukum positif dan tidak bisa dijadikan rujukan penegakan hukum.

Presiden Jokowi, semestinya, tinggal menunggu ”janji” Jenderal Tito, bukannya ujug-ujug membentuk lembaga yang menambah beban anggaran dan membuat kantor kepresidenan laksana bahtera bongsor yang menisbikan efsiensi. Dengan menempatkan unit kerja ini langsung di bawah Presiden, makin sulit membayangkan betapa akan hibuknya Jokowi mengelola negara di tengah keadaan ekonomi yang tidak menggembirakan dan bencana alam bertubi-tubi. Padahal solusi atas intoleransi dan radikalisme sangat jelas: penegakan hukum yang tuntas dan tandas.

Mendadak Pancasila

Keputusan Presiden Joko Widodo membentuk Unit Kerja Presiden Bidang Pemantapan Ideologi Pancasila sesungguhnyalah patut dipertanyakan. Pembentukan lembaga ini diputuskan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan pekan lalu. Dengan merujuk pada situasi global, Presiden Jokowi konon gelisah atas merosotnya toleransi, terbelahnya solidaritas sosial, serta terganggunya ketertiban oleh terorisme dan radikalisme.

Tak bisa ditutup-tutupi, pembentukan unit kerja setingkat kementerian negara ini hanyalah sikap reaktif terhadap berkembangnya intoleransi dan radikalisme di tengah masyarakat, terutama dalam beberapa bulan terakhir. Langkah reaktif seperti ini bukan hanya cerminan re?eks spontan yang kurang pertimbangan, melainkan juga berbahaya. Misalkan sesudah lembaga itu terbentuk, intoleransi dan radikalisme tetap tak terpadamkan, bisakah dikatakan unit kerja ini telah gagal, atau—lebih berbahaya—Pancasila tidak berhasil menjalankan fungsinya? Bahaya lain, pemerintah terkesan hendak mengatakan, setelah lebih dari tujuh dasawarsa menjalani kemerdekaan, rakyat Indonesia masih belum paham Pancasila.

Asumsi ini tentu saja melecehkan kecerdasan rakyat. Dalam kenyataannya, justru para pe jabat dan aparat penyelenggara negaralah yang berkali-kali terperosok ke dalam perundungan Pancasila—dalam bentuk korupsi dan kejahatan terhadap masyarakat. Presiden Jokowi seperti memutar balik jarum sejarah, membawa kita kembali ke tahun 1979, ketika rezim Soeharto membentuk Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7).

Bila Perwira Terlibat Suap Bagian 3

Kalaupun pihak TNI berkeras menangani kasus sang perwira lewat peradilan militer, sejumlah syarat yang tak mudah harus dilewati. Salah satunya, Menteri Pertahanan—dengan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia—memutuskan perkara itu ditangani pengadilan militer. Tanpa persetujuan itu, KPK tidak perlu menyerahkan kasus ini ke pengadilan militer.

Selama ini, kasus korupsi di TNI seperti tidak tersentuh, bahkan kerap ditutup-tutupi. Tak sedikit kasus rontok di tengah jalan dengan alasan minim barang bukti. Ini terjadi misalnya saat Kejaksaan Agung dan TNI membentuk tim koneksitas untuk mengusut dugaan korupsi technical assistance contract antara Pertamina dan Ustraindo Petro Gas.

Kasus suap di Badan Keamanan Laut merupakan ujian bagi KPK dalam mengusut korupsi yang melibatkan petinggi TNI. Jangan biarkan keterlibatan sang perwira ditangani pengadilan militer. Jika terjadi, hal itu tidak hanya aneh, tapi juga akan menyulitkan Komisi membongkar tuntas skandal suap itu.

Bila Perwira Terlibat Suap Bagian 2

Tapi pejabat pembuat komitmen proyek pengadaan ini belum disentuh KPK karena merupakan perwira tinggi TNI yang masih aktif. Penyidik komisi antirasuah tak boleh ragu mengusut tuntas kasus ini karena telah diamanatkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Pasal 42 undang-undang itu memberi kewenangan bagi Komisi untuk mengkoordinasi dan mengendalikan penyelidikan, penyidikan, serta penuntutan tindak pidana korupsi yang dilakukan bersama-sama oleh personel militer dan sipil.

Komisi bisa membentuk tim penyidik bersama TNI dan memprosesnya lewat peradilan koneksitas proses penyidikan hingga peradilan yang menangani personel militer aktif dan orang sipil. Prosedur yang sudah sering dilakukan jaksa dan oditur militer ini diatur secara gamblang dalam Pasal 89-94 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Tim penyidik bersama itulah yang mengkaji dan mengusulkan perwira yang masih aktif diadili pengadilan umum bersama tersangka orang sipil, bukan pengadilan militer.

Alasannya amat jelas: titik berat yang dirugikan dalam kejahatan suap ini adalah kepentingan umum, bukan kepentingan militer. Peradilan koneksitas seperti ini pernah dilakukan Kejaksaan Agung dan TNI dalam kasus korupsi pengadaan helikopter Mi-17 yang merugikan negara hingga Rp 29 miliar.

Bila Perwira Terlibat Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi tak boleh kendur membongkar skandal suap yang diduga melibatkan perwira militer di Badan Keamanan Laut. Perwira tinggi yang masih aktif ini semestinya diseret lewat peradilan koneksitas. Aneh bila ia ditangani pengadilan militer, karena korupsi merugikan kepentingan umum, bukan kepentingan militer.

Dugaan keterlibatan perwira itu terendus dari operasi tangkap tangan yang dilakukan penyidik KPK dua pekan lalu. Dari operasi ini, penyidik menyita duit Rp 2 miliar yang diduga merupakan suap dari PT Melati Technofo Indonesia, pemenang tender pengadaan alat monitoring satelit senilai Rp 200 miliar. Ini baru setoran awal kepada sejumlah pejabat di lembaga non-kementerian itu.

Total sogokan yang dijanjikan perusahaan tersebut diperkirakan 7,5 persen nilai proyek atau Rp 15 miliar. Komisi telah menetapkan Deputi Bidang Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Badan Keamanan Laut Eko Susilo Hadi, Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah, serta dua anak buahnya, Hardy Stefanus dan Muhammad Adami Okta, sebagai tersangka.

Bisnis Layanan Digital XL

Jakarta (20/5), XL mendorong bangkitnya industri dalam negeri lewat penyediaan beragam layanan digital, termasuk kalangan UMKM dan startup industri kreatif. Layanannya seperti gudang aplikasi, M-Ads ( Mobile Digital Advertising ), M2M Platform, dan XCloud. Direktur Digital Services XL, Dian Siswarini, berharap pertumbuhan industri lokal dapat memperkuat daya saing industri lokal dari gempuran produk luar negeri.

Baca juga : Harga Iphone

Salah satunya Gudang Aplikasi, sebagai jembatan pemilik karya dengan pengguna seluler. Sementara layanan M Ads bekerjasama dengan beberapa bank memberikan pinjaman kepada UKM berpromosi dengan M-Ads. Layanan promosi bagi UKM misalnya LBA (Location Based Advertising) yang memanfaatkan keberadaan pelanggan di sekitar lokasi usahanya, lewat SMS dan MMS. Ada pula layanan promosi via Radio Streaming dari stasiun radio terkemuka.

Layanan Radio Streaming ini lewat audio, video dan gambar, agar agar pengguna XL dapat berinteraksi langsung dengan iklan yang ditayangkan. Sejak diluncurkan layanan Mobile Advertising, ada 500 UMKM telah memanfaatkan layanan M-Ads XL. Maka, tahun 2014 ini ditargetkan bisa tumbuh lebih dari 1500 UMKM dari sektor Industri Kreatif. XL juga telah menyediakan tim Mobile Advertising di lima wilayah regional, Pertumbuhan pengguna layanan M Ads mengalami peningkatan hingga 500% dari sejak diperkenalkannya layanan ini kepada masyarakat.

Aplikasi terbaru untuk BB Z3

Menyemarakkan hadirnya BlackBerry Z3, Jakarta Edition, BlackBerry mengumumkan beberapa aplikasi BlackBerry 10 terbaru. Dibuat oleh pengembang aplikasi dari Indonesia, aplikasi yang ada memberikan pengalaman lokal yang lebih untuk para pengguna BlackBerry Z3, Jakarta Edition, karena BB Z3 ini diklaim dibuat hanya untuk Indonesia.

Aplikasi lokal yang baru tersebut adalah AbraResto informasi restoran terbaik di sekitar pemakai, HalalMUI informasi sertifkasi halal makanan, 7Eleven ID info diskon dan promosi terbaru dan lokasi terdekat. Aplikasi sebelumnya adalah Kaskus sebagai forum terbesar di Indonesia, Kereta Api Indonesia untuk memesan tiket KA lewat BB, KlikMusik untuk mencari, mengunduh, dan mendengarkan lagu favorit lewat BB secara gratis, LewatMana video streaming jalan-jalan utama di Jakarta.

Sementara aplikasi paling favorit adalah Detikcom, Garuda Indonesia, BlueBird Taxi, Kompas, PicMix, BCA Mobile, Berniaga.com, Mandiri Mobile, dan 21 Cineplex. Pemilik BBM Channels bisa melihat antusiasme pelanggan saat berinteraksi. Para pelanggan dapat mengikuti channel dengan beragam topik termasuk produk, dari hobi dan olahraga hingga hiburan, fashion, mobil dan lainnya.

Rekomendasi Ponsel Android 2014

Sony Xperia Z2

RP.8.499.000 Quadband GSM, GPRS/EDGE/HSDPA; Tahan air dan debu; Layar IPS LCD capacitive touchscreen, 16M warna, 1080 x 1920 pixel, 5.2 inch, 424 ppi; internal 16GB, 3GB RAM; Android v4.4.2 KitKat, prosesor Qualcomm MSM8974AB Snapdragon 801 Quad-core 2.3 Ghz, GPU Adreno 330; blue tooth v4.0 A2DP; microSD hingga 128GB; kamera 21 MP dan 2.2 MP, autofo cus, LED flash; jack 3.5mm; Radio FM; GPS/A-GPS; baterai Li-Ion 3200 mAh KESIMPULAN: Smartphone terbaru Sony yang menjanjikan tampilan sangat tajam, kamera bagus dam kinerja yang cepat berkat prosesor dan memori RAM yang besar.

Baca juga : Net89

LG Optimus G Pro

RP.4.100.000 Quadband GSM, HSDPA; Layar True Full HD IPS Plus LCD capacitive, 16M warna, 1080 x 1920 pixel, 5.5 inch, 401 ppi; internal 16/32GB, 2GB RAM; Android Jelly Bean, Qualcomm Quad-core 1.7 GHz; bluetooth v4.0; slot microSD 32GB; kamera 13 MP, autofocus, LED flash, Video 1080p@30fps; jack audio 3.5mm; Radio Stereo FM; GPS; TV-Out; baterai Li-Ion 3140 mAh KESIMPULAN: Optimus G Pro dibekali serangkaian fitur mumpuni. Layarnya True Full HD IPS Plus yang terang dan tajam, dan responsif. Kinerjanya gesit dengan prose sor Quad Core 1.7Ghz dan RAM 2GB.

LG Nexus 5

RP.5.700.000 Quadband GSM, GPRS/EDGE/HSDPA 42Mbps; Layar True HD IPS, 1080 x 1920 pixel, 5.0 inch, 445 ppi; internal 16GB, 2GB RAM; OS Android v4.4 Kit Kat; prosesor Qualcomm Quad-core 2.3 GHz, Adreno 330; bluetooth v4.0 A2DP; kamera 8MP dan 1.3MP, autofocus, LED flash, video 1080p@30fps; jack 3.5mm; radio FM, GPS; baterai Li-Po 2300 mAh KESIMPULAN: Berbekal Android terbaru, KitKat, pon sel ini begitu dinanti kehadirannya. Apalagi layarnya sangat tajam dengan fitur multimedia yang mantap.

Samsung Galaxy S5

RP.8.499.000 Quadband GSM, GPRS/EDGE/HSDPA 42Mbps; Layar Super AMOLED 1080 x 1920 pixel, 5.1 inch, 432 ppi; internal 16GB, 2GB RAM; slot microSD 128GB; microUSB v3.0 OTG; Android v4.4.2 KitKat; prosesor Exynos 5 Quad-core 1.9 GHz & quad core 1.3 GHz, GPU Mali-T628 MP6; bluetooth v4.0 A2DP; NFC; kamera 16MP dan 2MP, autofocus, LED flash, video 2160p@30fps; jack 3.5mm; GPS; baterai Li-Ion 2800 mAh KESIMPULAN: Penerus Galaxy S4 yang ditunggu, memberikan kinerja maksimal, plus multimedia dan kamera kelas atas.

Rhum Ball Roka Untuk 21 buah ala Catering Pernikahan Jakarta

Craftoflove.id –  Rhum Ball Roka Untuk 21 buah ala Catering Pernikahan Jakarta

Bahan: 200 gram kue cokelat 100 ml susu kental manis cokelat 50 gram ceri merah, dipotong kotak kecil 25 gram margarin 50 gram cokelat masak pekat, dipotong potong 1/2 sendok teh esens rhum

Bahan isi: 21 buah biskuit bulat

Bahan pelapis: 250 gram cokelat masak pekat, dilelehkan 200 gram kacang tanah tanpa kulit, dicincang halus

Bahan taburan: 1 sendok makan cokelat bubuk

Cara membuat: 1. Hancurkan kue cokelat. Tambahkan susu kental manis cokelat dan ceri merah. Aduk rata. 2. Lelehkan margarin. Tambahkan cokelat. Aduk rata. Tuang dalam campuran cake. Aduk rata. Tambahkan esens rhum. Aduk rata. 3. Ambil 20 gram adonan. Pipihkan. Isi dengan biskuit. Bentuk bulat. Dinginkan. 4. Celupkan dalam cokelat masak pekat. Gulingkan di atas kacang tanah.

Cokelat Dingin dengan Jeli Untuk 4 porsi by rebornmind.org

Bahan: 200 ml susu cair 200 ml susu kental manis cokelat 100 gram cokelat masak pekat 500 gram es batu

Bahan jeli: 1 bungkus jeli bubuk 100 gram gula pasir 500 ml air

Cara membuat: 1. Jeli, campur jeli, gula, dan air. Masak sambil diaduk hingga mendidih. Tuang di loyang kotak. Dinginkan. Potong kotak kecil. 2. Campur susu cair dan susu kental manis. Aduk rata. Masak sambil diaduk hingga panas. Masukkan cokelat. Aduk hingga larut. Biarkan hingga suhu ruang. 3. Campur es batu dan campuran susu cair. Blender hingga lembut. 4. Sajikan bersama jeli.

Hot Cokelat Untuk 3 gelas by revogayahidup.com

Bahan: 25 gram cokelat bubuk, diayak 75 gram gula pasir 500 ml susu cair 100 gram cokelat masak pekat, dipotong-potong

Cara membuat: 1. Campur susu cair, cokelat bubuk, dan gula pasir. Masak sambil diaduk hingga gula larut. 2. Tambahkan cokelat masak. Aduk rata. Sajikan hangat.

Donat Isi Cokelat Untuk 30 buah ala Catering Sehat Jakarta

Stoica.id – Donat Isi Cokelat Untuk 30 buah ala Catering Sehat Jakarta

Bahan: 400 gram tepung terigu protein tinggi 100 gram tepung terigu protein sedang 50 gram gula pasir 25 gram susu bubuk 11/2 sendok teh ragi instan 1 butir telur 275 ml air es 50 gram margarin 1 sendok teh garam Minyak untuk menggoreng

Bahan isi: 100 ml susu cair 300 gram cokelat masak pekat

Pencelup: 300 gram cokelat masak pekat, dilelehkan 50 gram cokelat masak putih, dilelehkan untuk coret coret

Cara membuat: 1. Isi, panaskan susu cair. Masukkan cokelat masak pekat. Aduk hingga cokelat larut. 2. Donat, campur tepung terigu, gula, susu bubuk, dan ragi instan. Aduk rata. 3. Tambahkan air es dan telur secara sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis. 4. Masukkan margarin dan garam. Uleni sampai elastis. Diamkan 15 menit. 5. Timbang masing-masing 30 gram. Bulatkan. Diamkan 10 menit. Bentuk bulat pipih. Diamkan 45 menit sampai mengembang di atas loyang yang ditabur tepung. 6. Goreng menggunakan minyak yang telah dipanaskan dengan api yang sedang hingga matang lalu Angkat dan Tiriskan. 7. Masukkan isi dalam kantung plastik segitiga. 8. Lubangi bagian sisinya dengan sumpit. Semprot sisinya dengan bahan isi. 9. Celupkan ke dalam cokelat masak pekat. Coret-coret dengan cokelat masak putih.

Praline Karamel Untuk 20 buah

Bahan praline: 200 gram cokelat masak susu, lelehkan 25 gram cokelat masak pekat, lelehkan 25 gram cokelat masak putih, lelehkan

Bahan karamel: 75 gram gula pasir 2 sendok makan air mendidih 75 ml susu kental manis 50 gram cokelat masak putih, potong potong

Cara membuat: 1. Karamel, panaskan gula pasir hingga menjadi karamel. Tuang air. Aduk hingga larut. Masukkan susu kental manis. Aduk hingga kental. Tambahkan cokelat masak putih. Aduk hingga larut. 2. Tuang cokelat susu di cetakan cokelat. 3. Diamkan 10 menit di suhu ruang hingga setengah mengeras. Tuang sisa cokelat yang belum mengeras. Dinginkan. 4. Tuang karamel. Dinginkan. Tutup dengan cokelat susu. Bekukan. 5. Keluarkan dari loyang. 6. Coret beberapa cokelat dengan cokelat masak pekat dan beberapa lagi cokelat masak putih.

Terapkan Konsekuensi Logis

sat-jakarta.com – Di sisi lain, kita juga perlu memerhatikan cara kita mendisiplinkan anak. Sampai usia prasekolah, menurut Nessi, cara reward and punishment masih bisa diterapkan. Anak masih bisa dialihkan perhatiannya ke reward yang akan ia peroleh jika ia mau melakukan yang kita minta. Namun, untuk pu nishment sebaiknya juga lakukan sesuatu yang logis.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Contoh, kalau anak bangun tidur dan ternyata ngompol, anak malah dimarahi dan dilabel “sudah besar kok ngompol,” cara ini tentu tak membuat anak kapok ngompol, kan. Sebaiknya, begitu tahu anak ngompol, minta ia melepaskan celana, menaruhnya ke tempat cucian kotor, dan membersihkan diri di kamar mandi.

Kalau perlu, minta tolong anak membantu membersihkan bekas ompolnya. Jadi, anak bisa menerima konsekuensi logis dari perbuatannya. Anak juga tahu bahwa setiap perilaku itu dilakukan karena memang perlu, penting, dan ada aturan yang logis di baliknya. Seperti kasus mengompol tadi. Cara-cara melabel, memarahi, bahkan menghukum tanpa diberi penjelasan logis, ternyata hanya mengatasi masalah disiplin anak untuk jangka pendek.

Sebab, penekanannya bukan pada proses, tetapi hasil. Jadinya, motivasi berperilaku disiplin pun muncul karena tekanan dari orangtua, tidak dari dalam diri sendiri. Kepatuhan yang ada hanya sementara dan anak bisa melakukan apa pun demi semata tidak melanggar aturan.

Dari Keseharian Anak

Menerapkan disiplin pada anak prasekolah bisa dimulai dari keseharian anak. Misalnya kegiatan tidur, bangun, mandi, makan/minum, bermain, dan seterusnya. Melakukan aktivitas harian pun harus konsisten. Konsisten berarti kita melakukannya terusmenerus, dengan pola dan konsekuensi serupa, tidak berubah-ubah.

Kita pun harus kompak dengan pasangan, juga pengasuh saat menerapkannya. Misalnya, anak hanya boleh bermain game favoritnya lewat HP Mama. Jangan malah om atau tante memberikan HP cuma agar anak anteng. Lain waktu, anak ingin makan cokelat. Padahal, kesepakatannya anak hanya boleh makan 2 butir permen cokelat di akhir pekan.

Saat kita tegas tidak mengizinkan di hari lain, sementara neneknya mengizinkan, hal-hal seperti inilah yang akan membingungkan anak, sekaligus member inya celah untuk mengeluarkan jurus mautnya, yakni menangis dan merengek agar keinginannya dituruti. Kalau sudah begini, siapa yang lebih susah?